Suara.com - Pemerintah Indonesia mendorong pembahasan dan peningkatan konsensus di tingkat global untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi digital yang pesat melalui gelaran Presidensi G20 Indonesia.
"Sebagai Presidensi G20 tahun ini melalui kepemimpinan pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20, Indonesia mempromosikan tema mencapai pemulihan yang tangguh," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, saat acara virtual High Level Dialogue: Towards Digital and Data Governance for All UNCTAD e-Commerce Week, Selasa (26/4/2022).
Presidensi G20 Indonesia memiliki forum Digital Economy Working Group untuk membahas isu seputar ekonomi digital. Presidensi G20 Indonesia mendorong komunalitas untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya konektivitas jaringan fisik dan interkonektivitas sosial, serta keamanan digital.
DEWG mengusung tiga isu prioritas, yaitu konektivitas dan pemulihan pascapandemi COVID-19, keterampilan digital dan literasi digital, dan aliran data bebas dengan kepercayaan dan arus data lintas batas.
Melalui isu prioritas pertama, Indonesia mengusulkan kepada negara anggota G20 untuk mengakui peningkatan konektivitas digital dan kerja sama mewujudkan manusia secara digital melalui jaringan konektivitas.
"Hal ini selanjutnya dapat membantu menciptakan kewirausahaan digital dan bisnis untuk tetap inovatif, dan tangguh di era ekonomi digital yang ekspansif. Penekanan pada konektivitas digital yang paling penting," kata Johnny.
Presidensi Indonesia mengajak negara anggota merumuskan Tooklit G20 untuk isu keterampilan dan literasi digital. Toolkit G20 adalah ukuran keterampilan dan literasi digital.
Indonesia mendorong toolkit tersebut sebagai kerangka kerja untuk mengukur berbagai tingkat literasi dan keterampilan digital, termasuk keterampilan terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Melalui toolkit tersebut, akan ada tiga tingkat literasi dan keterampilan digital, yaitu keterampilan digital dasar, menengah dan lanjutan.
Baca Juga: Keterjangkauan Akses Internet oleh Anak Muda Jadi Penghambat Pengembangan Ekonomi Digital
Menteri Plate menyatakan Indonesia berada di peringkat 66 dalam indeks internet inklusif pada 2021. Indonesia memiliki skor 3,49 dari skala 5 untuk kategori literasi digital.
"Menyadari angka-angka tersebut, kami berupaya untuk memajukan pengembangan area ini melalui berbagai program dan inisiatif dalam upaya menjembatani kesenjangan digital guna memperkaya pembahasan isu-isu prioritas Pokja Ekonomi Digital G20," kata Johnny.
Dalam isu prioritas ketiga, yaitu arus data lintas negara, Indonesia menggarisbawahi arti pentingnya tata kelola data di tingkat internasional. Kebutuhan untuk berkolaborasi dalam tata kelola data lintas batas sudah mendesak, menurut Menteri Johnny.
Dalam hal itu, Indonesia mempromosikan empat prinsip utama pengelolaan arus data lintas batas global yaitu lawfullnes, fairness, transparancy, dan reciprocity.
"Selama jadwal pertemuan, kami mengusulkan para anggota untuk mendiskusikan dan mengeksplorasi komunalitas mengenai masalah ini. Mengingat dinamika pertemuan kelompok kerja ekonomi digital pertama, Indonesia mengharapkan diskusi konstruktif untuk mencari komunalitas yang baik diantara negara-negara anggota G20. Indonesia terus berupaya mengatasi masalah ini baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," kata Johnny.
UNCTAD e-Commerce Week merupakan forum untuk membahas peluang dan tantangan pembangunan yang terkait dengan ekonomi digital. Dalam forum tersebut, terdapat Dialog Tingkat Tinggi untuk mendengarkan perspektif dari pemerintah, pemimpin bisnis dan akademisi untuk memastikan lonjakan data digital membawa manfaat bagi masyarakat. [Antara]
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda
-
Indonesia Diprediksi Jadi Pasar Digital Terbesar di Asia Tenggara, Potensinya 600 Miliar USD
-
Wamenkum: Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Kini Tak Terelakkan Lagi
-
Akselerasi Ekonomi Digital: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Inklusif Indonesia
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
OLX Luncurkan Kategori Barang Gratis untuk Mempermudah Berbagi Selama Ramadan
-
Harga dan Spesifikasi Huawei Band 11 Series Resmi di Indonesia, Layar AMOLED 1,62 Inci
-
4 HP OPPO RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
realme 16 Series 5G Bawa 21 Classic Tone ala Kamera Profesional dan Fitur NEXT AI Photography