- Transaksi Tokopedia naik 58% & TikTok Shop 52% selama Promo Guncang 12.12.
- Inisiatif 'Lokal Mendunia' dorong brand UMKM lokal ekspor ke pasar Asia Tenggara.
- E-commerce sumbang 72% ekonomi digital, kunci pendorong PDB nasional 2025.
Suara.com - Menutup kalender ekonomi tahun 2025, sektor e-commerce Indonesia mencatatkan rekor impresif. Perhelatan Promo Guncang 12.12 yang digelar oleh Tokopedia dan TikTok Shop berhasil memicu lonjakan transaksi signifikan, sekaligus mempertegas peran platform digital sebagai motor penggerak PDB nasional.
Berdasarkan data terbaru, Tokopedia mencatat kenaikan transaksi sebesar 58 persen, sementara TikTok Shop menyusul dengan pertumbuhan 52 persen dibandingkan hari biasa. Capaian ini tidak hanya mencerminkan antusiasme belanja akhir tahun, tetapi juga menunjukkan adopsi digital yang semakin inklusif di luar Pulau Jawa.
Senior Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo, mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi kali ini tersebar lebih merata. Peningkatan signifikan tercatat di wilayah Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali, hingga Sulawesi Selatan.
“Capaian positif ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan naik kelas. Memasuki 2026, kami optimistis terus memperkuat inovasi dan kolaborasi agar produk lokal semakin berdaya saing di pasar domestik maupun global,” ujar Stephanie.
Kategori produk seperti Fashion, Beauty & Personal Care, hingga Electronic & Automotive menjadi primadona dengan rata-rata pertumbuhan transaksi mencapai 59 persen.
Di balik angka transaksi yang fantastis, e-commerce kini memegang peran strategis sebagai kontributor terbesar ekonomi digital (sekitar 72 persen). Dengan sektor digital yang menyumbang 8 persen terhadap PDB nasional, pemerintah menargetkan angka ini terus merangkak naik ke level 10 persen.
Guna mendukung target tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat inisiatif Lokal Mendunia. Program ini dirancang khusus untuk membawa brand lokal dan UMKM Indonesia merambah pasar Asia Tenggara. Saat ini, sebanyak 10 brand ternama seperti Eiger Adventure, Azarine, hingga Paragon telah bergabung dalam ekosistem ini.
Eiger Adventure, misalnya, memanfaatkan fitur live shopping dan analitik real-time di TikTok Shop untuk mempercepat ekspansi regional. Melalui dukungan tim profesional dan jaringan mitra (TSP), pelaku usaha lokal kini memiliki akses langsung untuk mengelola toko hingga pemenuhan pesanan di pasar internasional.
Sinergi ini diharapkan mampu mengerek kontribusi ekspor UMKM nasional yang saat ini berada di angka 15,7 persen, sejalan dengan target ambisius pemerintah untuk pertumbuhan ekspor lima tahun ke depan.
Baca Juga: Genjot Konsumsi Akhir Tahun, Pemerintah Incar Perputaran Uang Rp110 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan