Suara.com - Sebuah gunung berapi bawah laut yang kembali aktif di dekat Antartika memicu 85.000 gempa Bumi secara total.
Gempa yang dimulai pertama kali pada Agustus 2020 dan mereda pada November 2020 adalah aktivitas gempa terkuat yang pernah tercatat di wilayah tersebut.
Menurut temuan penelitian baru, gempa itu kemungkinan disebabkan oleh "jari" magma panas yang menyembul ke dalam kerak Bumi.
"Ada intrusi serupa di tempat lain di Bumi, tetapi ini adalah pertama kalinya kami mengamatinya di sana," kata Simone Cesca, ahli seismologi di Pusat Penelitian Geosains Jerman GFZ, dikutip dari Live Science, Kamis (28/4/2022).
Kumpulan gempa itu terjadi di sekitar Orca Seamount, sebuah gunung berapi yang menjulang 900 meter dari dasar laut di Selat Bransfield.
Di wilayah ini, lempeng tektonik Phoenix berada di bawah lempeng Antartika, menciptakan jaringan zona patahan, meregangkan beberapa bagian kerak, dan membuka celah di tempat lain.
Para ilmuwan di stasiun penelitian di Pulau King George pertama kali merasakan gemuruh gempa kecil tersebut.
Kabar tersebut diterima oleh Cesca dan rekan-rekan ilmuwan lainnya di seluruh dunia.
Tim ahli ingin memahami apa yang sedang terjadi, tetapi Pulau King George terpencil sehingga sulit untuk dijangkau.
Baca Juga: 7 Fakta Lokasi Terdingin dalam Tata Surya
Oleh karena itu, para peneliti menggunakan data dari stasiun seismik serta data dari dua stasiun Bumi untuk sistem navigasi satelit global. Data tersebut untuk mengukur perpindahan tanah.
Tim juga melihat data dari stasiun seismik yang lebih jauh dan dari satelit yang mengelilingi Bumi, yang menggunakan radar untuk mengukur pergeseran di permukaan tanah.
Dengan menyatukan data ini, tim dapat membuat gambaran geologi yang mendasari apa penyebab kawanan gempa besar tersebut.
Dua gempa Bumi terbesar dalam rangkaian tersebut adalah gempa berkekuatan 5,9 pada Oktober 2020 dan 6,0 pada November.
Beruntung, setelah gempa November, aktivitas seismik berkurang. Tetapi gempa telah menggerakkan tanah di Pulau King George sekitar 11 cm.
Sayangnya, hanya 4 persen dari pergeseran itu yang dapat dijelaskan secara langsung oleh gempa Bumi.
Berita Terkait
-
NASA Selidiki Gunung Berapi Super Erupsi di Mars
-
Meletus 50 Kali Selama 2021, Ini Penampakan Gunung Berapi Etna dari Luar Angkasa
-
Peristiwa Langka, 3 Gunung Berapi di Alaska Meletus Sekaligus
-
Capai Rekor Baru, Gunung Berapi Tertinggi di Eropa Terus Tumbuh
-
Gunung Berapi Bawah Laut Baru Ditemukan, Diberi Nama dari The Lord of the Rings
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru
-
6 Tablet Terlaris dan Paling Dicari di Indonesia 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Performa Jempolan
-
Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih
-
Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan
-
Harga iPhone Terbaru Akhir Mei 2026 Naik: Seri Pro Makin Mahal, iPhone 16e Malah Turun
-
8 Rekomendasi HP 5G Murah Harga Rp3 Jutaan dengan Kamera Bagus, Lancar Main Game
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan
-
Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari