Suara.com - Pejabat intelijen Iran dituding menyuap beberapa moderator konten Instagram untuk menghapus akun jurnalis dan aktivis, yang kritis terhadap pemerintah.
Seorang mantan reviewer konten Instagram mengungkapkan kalau para pejabat memberikan tawaran 5.000 hingga 10.000 Euro (Rp 78-156 juta).
Bayaran ini ditujukan untuk menghapus akun Instagram Masih Alinejad, seorang penulis dan aktivis Iran-Amerika.
Diketahui kalau moderator konten ini sebelumnya bekerja untuk Telus International, sebuah perusahaan yang menangani laporan dan keluhan dari pengguna Instagram dan Facebook.
Para moderator juga menuding beberapa rekan Iran mereka mendukung rezim Iran dan menerima instruksi darinya.
Moderator ini diklaim menikmati kebebasan untuk menghapus unggahan yang telah dilaporkan tanpa menghadapi konsekuensi serius.
Namun, juru bicara Meta membantah tudingan tersebut.
"Kami tidak melihat bukti untuk mendukung klaim ini. Tim peninjau kami menghapus konten yang melanggar aturan kami," kata juru bicara Meta, dikutip dari Android Central, Rabu (1/6/2022).
Ia juga menyatakan bahwa keputusan tinjauan ini diaudit secara teratur guna membantu memastikan akurasi konten.
Baca Juga: 6 Tips Kenali Akun Jualan Penipu di Instagram
Moderator saat ini mengakui klaim mantan reviewer tersebut dan mengatakan kalau perusahaan hanya mengaudit sekitar 10 persen dari keputusan mereka.
Di sisi lain, Meta menjelaskan pihaknya melakukan audit mingguan berdasarkan sampel acak untuk menjaga kualitas dan akurasi.
Itu juga dilakukan untuk memahami di mana letak kesalahannya.
Seperti Meta, Telus International membantah klaim tersebut. Namun mereka mengaku bahwa itu tuduhan serius dan siap menyelidiki tudingan tersebut.
Beberapa moderator konten mulai bersuara setelah sejumlah pengguna Instagram Iran memprotes adanya penghapusan beberapa posting kritis terkait rezim Iran.
Adapun konten-konten dari para oposisi ini berisi protes terkait kebijakan pemerintah untuk memotong subsidi barang-barang pokok.
Hal itu menyebabkan naiknya harga bahan makanan pokok di Iran.
Berita Terkait
-
Heboh! Jungkook BTS Hapus Semua Postingan Foto di Akun Instagramnya, Ada Apa?
-
6 Tips Kenali Akun Jualan Penipu di Instagram
-
Aksi Gadis Tolong Pria Tunanetra yang Berada di Tengah Jalan Bikin Salut
-
Rekomendasi Akun Instagram Belajar Bahasa Korea untuk Pemula
-
Gemas! Bocah Tidur Bisa Jawab Cepat Pertanyaan dari Mamanya 'Bot Auto Reply'
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN