Suara.com - Kebanyakan orang mengidentikkan foto bokeh dengan istilah foto blur, padahal makna keduanya berbeda.
Istilah bokeh berasal dari kata 'boke' dalam bahasa Jepang yang artinya buram, bias, atau kabur.
Di dunia fotografi, bokeh diartikan sebagai area yang tidak terkena cahaya atau foto yang out of focus.
Artinya, area dalam foto dengan keterbatasan lensa sehingga area dalam foto kekurangan cahaya dan menjadi bias.
Hasil foto bokeh menjadi unik dan menarik serta memiliki nilai estetika tinggi. Bahkan foto jenis ini kian digandrungi oleh para pecinta foto.
Dahulu, untuk bisa menghasilkan foto bokeh maka diperlukan kamera khusus dengan bukaan lensa atau aperture tertentu.
Bokeh yang dihasilkan akan tergantung pada besar atau kecilnya bukaan iris lensa, yang biasanya ditandai dengan f number seperti f/2.8, f/2, f/1,8 f/1,4.
Semakin besar bukaan lensa maka semakin memungkinkan untuk memperoleh foto bokeh.
Selain itu, focal length lensa atau jarak antara bagian tengah optik lensa dengan gambar yang terbentuk pada sensor kamera turut mempengaruhi hasil bokeh.
Baca Juga: Teknologi Ponsel Bisa Gantikan Mikroskop
Semakin panjang focal length maka semakin bokeh hasil jepretan foto.
Agar hasil foto bokeh tampil unik dan menarik, sebaiknya kamu pilih latar belakang yang tepat.
Kamu bisa menggunakan background pepohonan nan rimbun dengan semburat sinar matahari, kelap-kelip lampu kota di malam hari atau sorot lampu mobil di jalanan.
Di bidang fotografi, bokeh pertama kali dipopulerkan oleh Mike Johnston, editor majalah Photo Techniques pada 1997.
Kini foto bokeh bukan lagi monopoli kamera DSLR karena smartphone modern juga telah dilengkapi dengan kemampuan serupa.
Sebagai contoh, kamera depan Oppo Reno7 dengan resolusi 32MP dan f/2.4 yang memiliki fitur Bokeh Flare Portrait.
Lewat fitur ini, penggunanya bisa menghasilkan foto bokeh yang mengaburkan latar belakang dengan algoritma AI (Artificial Intelligence) mendekati hasil foto kamera DSLR.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital