Suara.com - Penjualan video game diprediksi akan menurun tahun ini akibat resesi ekonomi hingga perang Rusia vs Ukraina.
Hal tersebut juga menjadi pertama kalinya setelah industri itu sukses dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut firma data market Ampere Analysis, industri game diperkirakan menurun hingga 1,2 persen dari tahun sebelumnya (year-on-year atau YoY), menjadi 188 miliar Dolar AS atau Rp 2.813 triliun di tahun 2022.
Sektor game sendiri sebenarnya konsisten tumbuh sejak 2015.
Industri ini bahkan berkembang 26 persen dari 2019 hingga 2021 dengan pendapatan mencapai 191 miliar Dolar AS atau Rp 2.858 triliun.
Industri game tumbuh karena kebijakan lockdown dari penyebaran Covid-19 di dunia. Saat itu banyak orang-orang menghabiskan waktunya di rumah.
Kehadiran konsol generasi baru dari Microsoft dan Sony di tahun 2020 juga mendongkrak kesuksesan industri game, sebagaimana dikutip dari CNBC, Senin (11/7/2022).
Sayangnya, kedatangan konsol Xbox Series X/S dan PlayStation 5 (PS5) itu juga tak berjalan mulus akibat krisis chip dan kekurangan komponen. Alhasil dua konsol ini sulit diperoleh konsumen.
Faktor itu diperburuk dengan terhambatnya rantai pasokan, inflasi di global, hingga perang Rusia vs Ukraina.
Baca Juga: Kominfo: Orang Indonesia Lebih Banyak Main Game di Ponsel
Banyak pengembang software dan hardware game memutuskan untuk menangguhkan operasi mereka di sana, termasuk Microsoft dan Sony.
Ampere mengatakan kalau Rusia adalah pasar game terbesar ke-10 di dunia per tahun 2021.
Tapi perang melawan Ukraina akan berefek pada penurunan peringkat ke-14 dan kehilangan pendapatan hingga 1,2 miliar dolar AS atau Rp 17,9 triliun.
Direktur Riset Ampere, Piers Harding-Rolls menuturkan kalau setelah dua tahun sukses besar, pasar game bakal sedikit lesu di tahun 2022.
Penurunan itu disebabkan banyak faktor seperti yang disebutkan sebelumnya.
Namun ia optimistis kalau pasar game siap bangkit kembali di tahun 2023 nanti.
Berita Terkait
-
Apple Siap Bersaing dengan Microsoft, Sony, dan Nintendo di Industri Game
-
Dukung Perkembangan Esports, Kominfo Ingin Developer Game Bernuansa Indonesia
-
Kominfo: Pemerintah Sedang Susun Tata Kelola Industri Game, Utamakan Konten Lokal
-
AGI: Industri Game Indonesia Potensial, Penuh Talenta Berkelas Internasional
-
Luhut: Potensi Indonesia Besar, Game Lokal Harus Tumbuh
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ingin Beli Skin Epic Impian? Ini 5 Cara Cepat Beli Diamond Mobile Legends Lewat GoPay Games
-
Pre-Order Ungkap Konfigurasi Memori iQOO 15T: Tantang POCO X8 Pro, Usung RAM 16 GB
-
Pesona HP Murah Sejutaan, Itel Zeno 200 Hadirkan Android Go dan Fitur Tangguh
-
5 HP Murah Terbaru di Indonesia Mei 2026: Mulai Sejutaan, Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
CEO Sony Bahas PS6, Ungkap Krisis Memori Bakal Berdampak ke Harga Konsol
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2
-
VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Debut, Pakai Chip Terkencang Qualcomm dan Fotografi Premium
-
Belajar dari Kasus Ahmad Dhani, Ini 5 Cara Pulihkan Akun Instagram yang Diretas