Suara.com - SAP, salah satu perusahaan perangkat lunak dunia, mendukung digitalisasi ekonomi Indonesia guna memungkinkan banyak warga dan bisnis dapat beroperasi dengan lebih baik di seluruh negeri.
Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, untuk itu pihaknya siap memanfaatkan teknologi cloud berperforma tinggi memungkinkan gelombang pertumbuhan yang lebih pesat untuk mendorong pertumbuhan PDB Indonesia.
"Sejak tahun 1997, kami telah melayani lebih dari 1.600 perusahaan yang berasal dari 26 sektor industri yang berbeda, serta mendukung banyak UKM untuk dapat bekerja lebih efisien," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/7/2022).
Andreas mengatakan bahwa solusi SAP dijalankan di banyak bisnis besar dan layanan sektor publik di Indonesia yang harus terus menyesuaikan diri dengan permintaan dan perubahan zaman.
“Banyak layanan penting dan operasi bisnis yang menggunakan teknologi SAP, termasuk jaringan transportasi, rantai pasokan dan logistik, layanan kesehatan, manufaktur, dan berbagai macam sektor lainnya," katanya.
Dia mencontohkan perusahaan di sektor keuangan, seperti Bank Rakyat Indonesia dan sektor publik, seperti MRT Jakarta dan BGR Logistik memanfaatkan solusi SAP untuk operasional bisnis mereka, termasuk untuk mengelola SDM, keuangan, manajemen, dan beberapa sektor operasional bisnis lainnya.
Sementara itu perusahaan e-commerce, menggunakan SAP Commerce Cloud dan S/4 HANA untuk memberikan informasi pasar dan pelanggan terkini kepada 100 ribu pedagang.
Sedangkan perusahaan properti terkemuka di Indonesia, menerapkan teknologi SAP untuk meningkatkan kinerja manajemen dan pembinaan hubungan baik dengan pelanggan mereka.
Beberapa UKM telah memanfaatkan teknologi SAP untuk mengelola data secara real-time, efisien dan akurat serta mendukung segala bentuk kegiatan inti dari bisnis mereka.
Baca Juga: Indonesia Harus Siapkan Talenta Digital Khusus untuk Sambut Automasi
Andreas menyatakan, pihaknya memiliki target mengubah sumber daya yang dimiliki Indonesia untuk dapat memberikan dampak positif terhadap dunia global, melampaui kesuksesan ekonomi belaka.
Indonesia, lanjutnya, tengah bertumbuh menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat pada tahun 2050, yang artinya semakin banyak pula tantangan yang akan kita hadapi.
"Visi kami adalah membantu masyarakat, bisnis, dan institusi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan memiliki dampak positif bagi lingkungan. Kami ingin mendukung pembangunan perusahaan yang tangguh, menguntungkan, dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Andreas.
Hal itu, menurut dia, dicapai dengan pertama-tama melakukan transformasi bisnis di cloud dan memberikan tolok ukur dan praktik terbaik dari 26 industri dan 400.000 pelanggan SAP.
Selain itu dengan membangun rantai pasokan yang tangguh dan memanfaatkan keahliannya sebagai jaringan B2B terbesar di cloud, serta dengan menciptakan perusahaan hijau. [Antara]
Berita Terkait
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud
-
Integrasi AI, Data, dan Aplikasi dalam Business Suite Terbaru untuk Percepat Transformasi Digital
-
Perusahaan di Asia Susun Sasaran Kinerja dengan Bantuan Generative AI
-
Liher Urbizu Ditunjuk Sebagai Presiden SAP Asia Tenggara, Verena Siow Naik Jabatan Regional
-
Kolaborasi SAP - Databricks Tingkatkan Kinerja AI
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka
-
Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia