- PT Geo Dipa Energi melakukan transformasi digital berbasis cloud untuk mengatasi hambatan operasional dan birokrasi data yang lambat.
- Implementasi sistem terintegrasi yang diselesaikan selama empat bulan ini meningkatkan efisiensi serta akurasi pengambilan keputusan strategis perusahaan.
- Modernisasi operasional tersebut bertujuan mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan panas bumi yang lebih cerdas dan transparan.
Suara.com - Tantangan besar membayangi ambisi Indonesia dalam mempercepat transisi energi menuju keberlanjutan. Sebagai pemain kunci di sektor panas bumi, PT Geo Dipa Energi (Persero) menghadapi kompleksitas operasional yang tinggi di wilayah Dieng dan Patuha.
Dengan potensi sumber daya yang mencapai lebih dari 800 MW, ketergantungan pada sistem warisan (legacy) yang kaku dan proses manual menjadi hambatan utama dalam menjaga keandalan aset serta efisiensi rantai pasok.
Tanpa visibilitas data yang nyata, pengambilan keputusan strategis seringkali terhambat oleh birokrasi data yang lambat.
Menjawab tantangan tersebut, Geo Dipa Energi secara resmi mengumumkan keberhasilan modernisasi sistem inti perusahaan melalui transformasi digital berbasis awan (cloud).
Langkah berani ini diambil untuk mengintegrasikan seluruh lini bisnis ke dalam satu platform pintar, guna mendukung operasional yang lebih gesit di seluruh rantai nilai panas bumi.
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar mengikuti tren digital, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan energi nasional.
“Sebagai badan usaha milik negara yang dipercaya memajukan masa depan panas bumi, kami membutuhkan sistem yang memiliki visi jauh ke depan," ujar Yudistian dalam kata keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, transformasi ini adalah tentang bagaimana perusahaan menjalankan operasional secara lebih cerdas untuk menghadirkan energi hijau yang lebih efisien bagi rakyat Indonesia.
"Platform modern ini memberikan fondasi berbasis data yang memungkinkan kami mengambil keputusan lebih akurat sekaligus menjaga biaya operasional tetap terkendali,” tambah dia.
Baca Juga: Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Melalui adopsi sistem manajemen perusahaan berbasis cloud ini, Geo Dipa kini memiliki kendali penuh secara real-time terhadap seluruh asetnya.
Integrasi ini menghilangkan sekat antar departemen, mempercepat pelaporan keuangan, serta menstandarisasi operasional di seluruh organisasi.
Dampaknya, perusahaan kini jauh lebih siap untuk melakukan skalabilitas bisnis seiring dengan target peningkatan kapasitas terpasang.
Pimpinan dari penyedia teknologi global yang mengawal proyek ini menjelaskan bahwa sektor energi memerlukan kelincahan luar biasa di tengah lingkungan yang makin kompleks.
“Dengan menghubungkan data dan proses bisnis secara terpadu, Geo Dipa Energi kini melangkah menuju autonomous enterprise. Di sini, otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) memungkinkan operasional yang jauh lebih adaptif dan cerdas, yang sangat krusial bagi industri energi terbarukan,” ungkapnya.
Menariknya, transformasi skala besar ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu empat bulan. Hal ini tercapai berkat kolaborasi erat dengan mitra implementasi lokal, PT Soltius Indonesia.
Berita Terkait
-
Integrasi AI, Data, dan Aplikasi dalam Business Suite Terbaru untuk Percepat Transformasi Digital
-
Pengamat Nilai Energi Listrik Panas Bumi yang Paling Mungkin Dikembangkan di Indonesia Timur
-
Perusahaan di Asia Susun Sasaran Kinerja dengan Bantuan Generative AI
-
PGE Pacu Transisi Energi Hijau Lewat Penguatan Budaya Keberlanjutan
-
Liher Urbizu Ditunjuk Sebagai Presiden SAP Asia Tenggara, Verena Siow Naik Jabatan Regional
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pre Order GTA 6 Resmi Dibuka, Cek Detail Harganya di Indonesia
-
8 Lampu Emergency Portable Terbaik Bisa Dijadikan Power Bank, Solusi Praktis saat Mati Listrik
-
Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Resmi Dijual, Tablet AI dengan WPS Office PC Level dan Baterai 10.200mAh
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik
-
Honor Siapkan HP Gahar dengan Baterai 14.000 mAh, Bye-bye Powerbank
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei