Suara.com - Twitter turut mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik atau PSE Lingkup Privat pada Rabu (20/7/2022), di hari terakhir registrasi sebelum Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai mengirim teguran kepada platform yang masih bandel.
Berdasarkan pantauan Suara.com di situs PSE Kominfo, Rabu (20/7/2022) pukul 15.33 WIB, Twitter sudah mendaftar sebagai PSE lingkup privat. Perusahaan berlogo burung biru ini menyusul Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp), Netflix, Telegram, dan lainnya yang sudah mendaftar sebelumnya.
Twitter mengaku kalau pihaknya telah mengambil tindakan yang sesuai dalam upaya mematuhi persyaratan Kementerian Kominfo terkait registrasi PSE Lingkup Privat.
"Komitmen kami terhadap Indonesia, mendukung percakapan yang sehat di Twitter, serta Open Internet tidak akan berubah," kata Twitter saat dikonfirmasi Suara.com melalui pesan singkat, Rabu (20/7/2022).
Lebih lanjut Twitter berharap bisa terus bekerja sama dengan Kominfo ataupun mitra nonprofit di Indonesia.
"Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Kominfo serta para mitra non-profit di Indonesia dalam mencapai tujuan bersama untuk menciptakan pengalaman berinternet yang aman, holistik, dan dapat diakses oleh semua orang," jelas Twitter.
Sebelumnya aturan PSE Lingkup Privat dikritik oleh para aktivis sebagai upaya pemerintah untuk mengekang kebebasan berekspresi di dunia maya serta dapat membahayakan privasi warganet.
Sementara itu, Google dan YouTube serta layanan Google lainnya belum mendaftarkan platformnya sebagai PSE lingkup privat. Saat dikonfirmasi, Google belum memberikan tanggapan sama seperti sebelumnya.
"Kami mengetahui keperluan mendaftar dari peraturan terkait, dan akan mengambil tindakan yang sesuai dalam upaya untuk mematuhi," kata pihak Google Indonesia saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Kominfo: Daftar PSE Lingkup Privat via OSS
Berita Terkait
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih