Suara.com - Apple Watch kembali menyelamatkan nyawa penggunanya dari kematian. Kali ini jam tangan pintar itu berhasil mendeteksi tumor mematikan yang muncul di tubuh pengguna.
Hal ini dialami Kim Durkee, seorang perempuan asal Maine, Amerika Serikat. Diketahui ia menderita myxoma, sebuah tumor langka yang tumbuh cepat dan menghambat suplai darah ke jantungnya dan berisiko menyebabkan stroke.
Nah, Apple Watch miliknya berhasil mendeteksi kondisi ini, yang membuatnya bergegas ke rumah sakit sebelum makin fatal, sebagaimana dikutip dari India Today, Senin (25/7/2022).
Kim Durkee menyatakan dirinya sempat tak percaya kalau Apple Watch memperingatkannya tentang detak jantung tak teratur, yang bahasa medisnya disebut fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi. Akibat itu, ia memutuskan untuk mengeceknya ke rumah sakit.
"Malam ketiga angkanya sedikit terlalu tinggi dari aman," kata Kim Durkee.
Ia juga sempat berpikir apabila tubuhnya memang tak memiliki penyakit sesuai peringatan dari Apple Watch, maka jam itu bakal dibuang.
Namun tiba di rumah sakit, para dokter memberitahu dia kalau jantungnya berdetak tidak menentu karena tumor yang tumbuh cepat dan membatasi suplai darah jantung.
"Mereka berkata, "Bagaimana Anda tahu kalau memiliki A-fib?" lalu saya katakan, "Karena arloji ini memberi tahu saya. Saya anggap diri saya sangat beruntung berada di sini dan berbicara dengan dokter"," demikian Kim mengingat kembali percakapan penting dengan dokternya.
Selain detak jantung tidak teratur, Kim tidak memiliki gejala lain. Jadi jika bukan karena Apple Watch yang dia beli untuk memantau kebugarannya, dia tidak akan pernah tahu tentang kondisi tubuhnya.
Baca Juga: Apple Merilis iOS 15.6, Hadirkan Fitur Live Sports Baru dan Perbaikan Bug Penyimpanan
Apple sendiri meluncurkan sistem peringatan Afib pada 2020. Apple mengatakan kalau aplikasi EKG1 dan fitur pemberitahuan detak jantung tidak teratur membantu pengguna dalam mengidentifikasi tanda-tanda AFib.
"Jika tidak diobati, AFib adalah salah satu kondisi utama yang dapat menyebabkan stroke, penyebab kematian paling umum kedua di seluruh dunia," ujar Apple.
Berita Terkait
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Kemenkes: Gula Darah Anak SD Sudah Tinggi, Risiko Jantung hingga Stroke Mengintai di Usia 40 Tahun
-
Orang Kurus Juga Bisa Kena Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung, Dokter Ungkap Penyebabnya
-
Dialami Nanik S Deyang, Benarkah Stres Bisa Sebabkan Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter
-
Di Mana Bisa Beli Smartwatch dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung? Ini 5 Rekomendasi Produknya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan