Suara.com - Kepala Pusat Studi Biofarmakatropika Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Irmanida Batubara mengemukakan perlu penelitian untuk bisa membuktikan kesamaan senyawa pada pohon sejenis koka di Kebun Raya Bogor (KRB).
"Saya tidak bisa jawab benar atau tidak karena saya tidak punya sampelnya, saya belum pernah analisis. Saya harus analisis dulu, saya peneliti," kata Irmanida di Kota Bogor, Selasa (9/8/2022).
Irmanida menyampaikan secara teori, kemiripan senyawa pada tumbuhan bisa saja ada pada tumbuhan lain yang sejenis, satu famili atau satu mungkin genus, karena merupakan hal yang wajar. Untuk bisa membuktikan kesamaan yang sempurna, perlu analisis terhadap tumbuhan tersebut.
Terkait pohon Erythroxylum novogranatense asal Amerika Selatan sejenis Erythroxylum coca atau pohon koka, yang dinyatakan pihak Polresta Bogor Kota dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ada di Kebun Raya Bogor namun kini sudah mati bisa saja memiliki senyawa yang sama, tetapi bisa juga juga tidak sama.
Begitupun dengan tumbuhan sejenis koka lain yakni Erythrocylum Cuneatum asal lokal Indonesia yang dinyatakan masih ada di Kebun Raya Bogor bisa saja ada kesamaan dan juga tidak.
"Sangat memungkinkan, bisa sejenis, atau bahkan asal jalur metabolisme tubuhnya ke sana ya memungkinkan menemukan senyawa yang sama," katanya.
Irmanida memaparkan pada dasarnya, tumbuhan sama seperti tubuh manusia yang memiliki senyawa primer seperti protein dan karbohidrat.
Di samping itu, bisa juga memiliki senyawa sekunder seperti bau pada tubuh manusia saat sakit untuk melawan penyakit, karena ada senyawa yang perlu dikeluarkan pada saat itu dan tidak dalam kondisi normal.
Senyawa sekunder pada tubuh tumbuhan maupun manusia bisa juga bisa diproduksi dengan berbagai cara.
"Seperti punya pohon mangga tidak berbuah, ada yang diikat, dan lain-lain agar berbuah," katanya.
Irmanida pun menyarankan terlepas dari ada dugaan oknum yang mempergunakan untuk kegiatan yang negatif, tumbuhan sejenis koka tetap perlu dijaga untuk kepentingan konservasi.
Sebelumnya, Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan pengiriman biji koka bahan dasar kokain dari dalam negeri ke luar negeri.
Kasubdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Danang Setiyo Pambudi mengatakan pihaknya juga menangkap satu orang tersangka berinisial SDS (51).
Kepada polisi, SDS (51) mengaku menanam pohon koka sejak tahun 2003. SDS mengaku awalnya dapat biji koka dari Kebun Raya Bogor dan Balitro Bandung.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan dalam keterangannya, barang bukti tersebut didapatkan dari hasil menanam tanaman koka yang bisa tumbuh besar di rumahnya sejak tahun 2003.
Kemudian, Polresta Bogor Kota meluruskan kabar dugaan bibit narkotika jenis kokain dari biji koka di Kebun Raya Bogor keterangan tersangka pengiriman biji kokain dari dalam negeri ke luar negeri berinisial SDS (51), bahwa hanya ada pohon sejenis yakni Erythroxylum novogranatense asal Ameraika Selatan yang kini sudah mati, bukan Erythroxylum coca atau pohon koka.
Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agus Susanto di Kota Bogor, Senin, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikannya bersama jajaran di Kebun Raya Bogor pohon sejenis koka yang ada di Kebun Raya Bogor terdapat dua asal.
Kebun Raya Bogor hanya mempunyai tanaman yang bernama Erythroxylum Novogranatense (Amerika Selatan) dan Erythrocylum Cuneatum (lokal Indonesia), sejenis dengan tanaman Erythrocylum koka. [Antara]
Berita Terkait
-
Tak Mau Ambil Risiko 'Barang Mewah' Disalahgunakan, Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia!
-
Bunga Bangkai Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor
-
Konser Tanpa Kursi? Sunset di Kebun Raya Bogor Tawarkan Sensasi Piknik Musik Tak Terlupakan!
-
WNA Peru Selundupkan 1,4 Kg Kokain ke Bali, Tempat Penyimpanannya Bikin Geleng Kepala!
-
Tergiur Ratusan Juta, Perjalanan Pemuda Brazil Berakhir di Balik Jeruji Besi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB
-
Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat
-
XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi
-
3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI, Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek