Suara.com - Momen wisuda seharusnya dapat dihadiri oleh wisudawan dan merayakannya bersama anggota keluarga.
Sayangnya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tak dapat mengikuti acara wisudanya sendiri karena insiden yang menimpanya.
Oleh karena itu, orang tua Brigadir J datang mewakili anaknya dalam acara wisuda yang diselenggarakan di Universitas Terbuka.
Momen kehadiran keluarga Brigadir J tersebut diabadikan melalui siaran langsung YouTube wisuda Universitas Terbuka.
Di media sosial pun beredar potongan video ketika ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, mewakili kehadiran anaknya di acara kelulusan tersebut.
Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok destamrr pada 23 Agustus, terekam detik-detik ketika ayah Brigadir J bersama dengan kerabat naik ke atas podium untuk menerima ijazah milik anaknya.
Diketahui bahwa Brigadir J lulus dengan gelar sarjana hukum dengan nilai IPK 3,28.
"Penyerahan ijazah dan pemberian ucapan selamat oleh rektor dan dekan pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kepada orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. NIM 020712441, mahasiswa program studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik," ucap suara pembawa acara yang mempersilakan ayah Brigadir J untuk mengambil ijazah mendiang anaknya.
Terekam rektor Universitas Terbuka menyerahkan ijazah kepada ayah Brigadir J. Samuel Hutabarat terlihat mengenakan jas dan menerima ijazah tersebut.
Lelaki itu tampak tak kuasa menahan tangis, ia terlihat menyeka air matanya sebelum memegang ijazah Brigadir J.
Bahkan, saat sesi foto bersama dengan rektor dan dekan fakultas pun, ayah Brigadir J tak mampu membendung air matanya.
Ia terus-menerus menyeka kedua matanya menggunakan sapu tangan. Raut kesedihan terlihat jelas di wajahnya.
"Wisuda Brigadir J di Universitas Terbuka. Prosesi wisuda diwakilkan sang ayah. Nangis banget liat ayahnya," tulis pemilik akun.
Unggahan yang telah dilihat sebanyak lebih dari 969.900 penayangan dan disukai sebanyak lebih dari 88.600 kali oleh sesama pengguna TikTok itu pun menuai beragam komentar.
"Udah berusaha buat kuat itu ayahnya, yakin aku. Tapi nggak bisa, aku ikut nangis. Ya Allah, tempatkan abang itu di sisiMu," tulis akun wnsydr_
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Tanggapi Kasus Pembunuhan Brigadir J: Doa Terbaik, Semoga Cepat Selesai
-
Viral Video Sepeda Motor Masuk Sawah, Warganet Malah Salfok Sama Emak Kejar Anaknya
-
Tangis Ayah Brigadir J Pecah saat Wakili Wisuda Anaknya di UT
-
Ayah Atta Halilintar Gugat Kemenkumham, Anang Hermansyah Bilang Begini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan