Suara.com - Nikon disebut akan berhenti memproduksi kamera DSLR (Digital single lens reflex) dan fokus mengembangkan kamera mirrorless.
Terkait hal tersebut, Direktur PT Alta Nikindo Larry Handra mengatakan seiring perkembangan zaman dan teknologi, Nikon melihat mirorrless menjadi salah satu prioritas dalam produksi kamera. PT Alta Nikindo diketahui merupakan Distributor resmi Nikon di Indonesia.
"Dengan perkembangan zaman sekarang yang teknologi makin cepat, karena kita lihat kalau mirrorless jadi salah satu yang diprioritasin," ujar Larry saat menghadiri pembukaan DOSS Vaganza di Grand Indonesia, Rabu (28/9/2022).
Sehingga kata dia, Nikon juga tengah fokus untuk mengembangkan kamera mirrorless.
"Kita lihat perkembangan zaman dan setiap tahunnya keluarnya dua tiga kamera itu mirrorles dan pasti kita melihat. Berarti sedang menuju ke arah ya mirrorless," tutur Larry.
Kendati demikian, Larry menyebut Nikon masih memiliki produk keunggulan kamera DSLR. Sehingga keberadaan kamera DSLR masih dapat dinikmati di Indonesia.
"DSLR, kita masih memiliki beberapa produk memang keunggulannya DSLR," ucap Larry.
Lebih lanjut, Larry membeberkan Nikon akan mengembangkan kamera mirrorless kedepannya. Hal tersebut karena melihat perkembangan teknologi di dunia kamera.
"Tapi kedepannya mirrorless. Karena itu yang bisa berkembang lebih bagus," katanya.
Baca Juga: Masih Digunakan di Indonesia, Canon Pertahankan Kamera DSLR
Sebelumnya Nikon, salah satu raksasa kamera dunia, disebut akan berhenti memproduksi kamera SLR (single lens reflex) dan sebagai gantinya akan fokus pada kamera mirrorless.
Seperti dilansir The Verge dari Nikkei, Selasa (12/7/2022), Nikon dikabarkan masih akan memproduksi dan menjual model-model kamera SLR yang sudah beredar di pasaran.
Tetapi di sisi lain, Nikon hanya akan fokus mengembangkan kamera-kamera mirrorless. Nikon sendiri adalah salah satu produsen kamera SLR yang masih banyak digunakan oleh para fotografer profesional selama lebih dari 60 tahun terakhir.
Tetapi seiring perkembangan kamera mirrorless yang kian pesat, dengan kualitas gambar yang semakin melesat, kepunahan kamera SLR memang sudah tampak di depan mata. Belum lagi dengan semakin canggihnya kamera-kamera ponsel.
Pada Juni lalu Nikon mengumumkan menghentikan produksi dua kamera DSLR andalannya, D3500 dan D5600. Ketika itu, perusahaan asal Jepang tersebut menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada kamera serta lensa kelas menengah atas saja.
Menurut Nikkei, tahun 2021 kemarin Nikon menjual lebih dari 400.000 kamera SLR di seluruh dunia.
Canon, pesaing utama Nikon, juga tampaknya mulai mundur perlahan dari pasar kamera SLR. Pada 2021 lalu perusahaan itu mengumumkan bahwa Canon EOS-1D X Mark III akan menjadi kamera DSLR premium terakhir yang diproduksi.
Saat mengumumkan rencana itu, Canon mengaku bahwa pasar saat ini sudah bergeser cepat ke kamera-kamera mirrorless
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih