Xiaomi mengatakan kalau boks Redmi A1 didesain oleh Sigit Setyo Nugroho yang merupakan Xiaomi Fans.
Mungkin desain berunsur budaya Indonesia inilah yang membuat Redmi A1 memiliki nilai TKDN tinggi.
Adapun isi boksnya meliputi Redmi A1, adaptor charger 10W, kabel micro USB, SIM ejector, kartu garansi, hingga panduan singkat.
Layar
Redmi A1 memiliki layar berukuran 6,52 inci, resolusi HD+ 1600 x 720 piksel, berdesain dot display atau poni tetesan air, dan aspek rasio 20:9.
Layarnya amat cukup untuk memenuhi aktivitas seperti menonton film atau video YouTube hingga scrolling media sosial.
Sayangnya, layar ini tidak dilapisi pelindung bawaan, yang akan berisiko apabila terjatuh tidak sengaja.
Kamera
Redmi A1 memiliki kamera utama 8MP dan kamera sekunder tambahan yang tidak disebutkan resolusinya. Sedangkan kamera selfie di depan berukuran 5MP.
Baca Juga: Xiaomi Luncurkan Redmi Smart TV X86, Ini Spesifikasinya
Untuk HP kelas Rp 1 jutaan, kamera belakangnya bisa dibilang cukup oke. Untuk mengambil foto di siang hari di kondisi outdoor, detail warnanya bisa tertangkap jelas.
Kontras warna di pohon, bangunan, hingga langit bisa dihasilkan dengan baik. Jika kurang puas, masih ada fitur HDR yang membuat warna semakin mencolok.
Di kondisi malam hari pun kamera belakang Redmi A1 masih bisa menangkap objek dengan jelas. Hanya saja latar belakang foto mesti membutuhkan cahaya lampu terang.
Berbanding terbalik apabila mengambil foto malam hari dengan kondisi cahaya redup atau minim.
Hasil fotonya tidak tajam, warnanya pun tidak bisa tertangkap jelas.
Kamera belakang ini juga mendukung perekaman video dengan resolusi 1080p atau 720p dengan kecepatan 30fps (frame per second).
Performa
Redmi A1 diperkuat chipset MediaTek Helio A22 yang dipasangkan dengan RAM 2GB dan internal 32GB.
Paduan chipset dan RAM ini sudah cukup untuk melakukan aktivitas seperti scroll media sosial atau menonton film.
Sekilas spesifikasi ponsel itu memang agak kurang untuk kebutuhan permainan.
Tetapi kami tetap mencoba apakah Redmi A1 ini masih bisa memainkan game ringan seperti Mobile Legends.
Saat memasuki mode loading, muatan dalam game sedikit lebih lama.
Tetapi ketika mengubah Setting, Redmi A1 bisa memainkan pilihan Refresh Rate Tinggi dan Grafis Tinggi.
Sayang, grafiknya sedikit patah-patah apabila dimainkan dengan waktu yang lebih lama.
Tidak ada masalah ketika kami memainkan match pertama, tapi di match kedua ponsel seolah kewalahan karena grafiknya sedikit patah-patah.
Begitu dites di aplikasi AnTuTu v.9.4.4, Redmi A1 hanya memperoleh skor 88.074. Ya, tidak mengherankan apabila performa game-nya hanya sekadar cukup untuk sekali main.
Tapi aspek yang kami sukai ini ada di sistem operasinya. Berbeda dengan ponsel Xiaomi lain, Redmi A1 ini tidak menggunakan tampilan MIUI.
Sistem operasinya memang Android 12. Namun software itu dibuat lebih sederhana sehingga kinerja keseluruhan ponsel masih tetap lancar.
Baterai
Baterai Redmi A1 berkapasitas 5.000mAh. Sedangkan charger-nya memiliki kecepatan 10W yang dicolok dengan Micro USB.
Baterai 5.000mAh itu bisa tahan hingga sehari penuh, yang berarti dari pagi ke malam masih tetap menyala.
Sayang kecepatan charger 10W dan port Micro USB membuat waktu pengisian daya baterai jadi amat lama.
Untuk mengisi daya 0-100 persen kami memerlukan waktu hingga lebih dari tiga jam.
Kesimpulan
Dengan semua hasil review di atas, apakah Redmi A1 masih tetap layak dibeli? Ya tentu.
Pertimbangan utamanya sudah pasti ada di harga yang hanya Rp 1.149.000.
HP murah seperti Redmi A1 ini sudah bisa memenuhi kebutuhan untuk main sosial media, menonton film atau YouTube, ataupun bermain game ringan.
Untuk kebutuhan foto pun Redmi A1 sudah bisa memenuhinya. Tetapi dengan catatan kalau pengambilan foto harus dilakukan di cahaya terang.
Kemudian desain boks yang digambar langsung oleh seniman lokal, serta nilai TKDN 40,3 persen yang tinggi itu pun patut diapresiasi.
Semoga ini bisa menjadi standar baru untuk industri ponsel di Indonesia nantinya.
Nilai plus lainnya ada di sistem operasi. Nihilnya MIUI yang digantikan Android 12 dengan lebih sederhana, membuat kinerja Redmi A1 tetap lancar untuk ponsel kelas Rp 1 jutaan.
Minusnya tentu di performa dan baterai. Chipset Helio A22, RAM 2GB, port Micro USB, hingga charger 10W membuat performanya tidak memuaskan.
Untungnya, Xiaomi menjanjikan kehadiran fitur Expandable RAM atau hingga 2GB yang di-update akhir Oktober ini. Setidaknya itu membuat kinerjanya sedikit lebih baik.
Harga Redmi A1 di Indonesia versi 2/32GB dijual Rp 1.149.000.
Jika kalian mau performanya sedikit lebih tinggi, mungkin varian 3/32GB bisa jadi pilihan dengan harga Rp 1.249.000.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan