Suara.com - Fenomena Gerhana Bulan sering dianggap akan terjadinya pertanda buruk. Fenomena ini kerap menimbulkan banyak mitos yang beredar di masyarakat.
Tidak hanya di Indonesia, masyarakat India bahkan memiliki mitos tersendiri saat Gerhana Bulan terjadi.
Dilansir dari laman Times of India, Sabtu (19/11/2022), berikut mitos Gerhana Bulan yang beredar di masyarakat :
1. Dilarang Makan dan Minum
Mitos mengatakan, bahwa selama Gerhana berlangsung dilarang makan dan minum. Masyarakat meyakini bila nantinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan, jika melakukan hal tersebut saat Gerhana Bulan.
2. Dilarang Berhubungan Seks
Saat Gerhana terjadi, seseorang dilarang melakukan hubungan seks. Hal ini dikarenakan sebagai pertanda buruk. Seiring perkembangannya, mitos tersebut telah terpatahkan melalui penjelasan sains.
3. Dilarang Menggunakan Benda Tajam
Mitos lainnya adalah dilarang menggunakan benda tajam saat Gerhana terjadi. Mitosnya jika kamu terluka, maka akan mengalami pendarahan dan akan susah sembuh.
Baca Juga: Penampakan Gerhana Bulan di Langit Keerom papua
4. Dilarang Melihat Gerhana Bulan
Melihat Gerhana Bulan dengan mata telanjang akan membahayakan. Hal ini diyakini dapat merusak mata saat melihatnya.
Faktanya Gerhana Bulan aman disaksikan langsung dengan mata telanjang.
Untuk diketahui, munculnya Gerhana Bulan bukanlah pertanda buruk. Bahkan, pengamat bisa melihat secara langsung dengan aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bal by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah