Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif mengatakan Indonesia seharusnya memiliki ketangguhan jaringan internet untuk mendukung pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Tanah Air.
"Internet resilience adalah kemampuan untuk mengantisipasi, bertahan, pulih dari, dan beradaptasi dengan kondisi buruk, tekanan, serangan, atau kompromi pada sistem yang menggunakan sumber daya internet," kata Muhammad Arif dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (25/11/2022).
Arif mengatakan pada tahun 2020 tercatat 37 miliar data bocor dengan kerugian yang diprediksi bisa mencapai 10,5 triliun dolar AS per tahun pada tahun 2025. Situasi itu menyadarkan semua pihak akan pentingnya memperkuat ketahanan internet, keamanan siber, dan perlindungan data.
"Masa kini dan masa depan akan sangat dipengaruhi bagaimana efektivitas penggunaan data," tambahnya.
Menurut Arif, masyarakat akan semakin memerlukan ekosistem daring yang aman, tangguh, dan terjamin. Sehingga, ketahanan internet perlu didekati dari perspektif pengelolaan risiko.
Selain itu, tambahnya, ketahanan sistem internet merupakan tanggung jawab kolektif, sehingga budaya untuk berkolaborasi dan berbagi menjadi penting dalam meningkatkan keamanan dan ketahanan internet.
Dalam upaya mencapai ketahanan internet berkelanjutan, kata Arif, perlu upaya mengedepankan pemahaman umum mengenai masalah, risiko, manfaat, dan solusi ketahanan internet dari sisi teknis, kebijakan, sosial, dan ekonomi.
"APJII mendorong terciptanya ketahanan internet yang berkelanjutan termasuk mendorong pemerintah secara aktif menetapkan kebijakan nasional mengenai ketahanan internet," katanya.
APJII juga mengajak seluruh anggotanya untuk menggunakan layanan-layanan Indonesia Network Information Center (IDNIC) yang erat kaitannya dengan penguatan ketahanan internet Indonesia.
Baca Juga: Jokowi Canangkan Hilirisasi Industri, Sektor ICT Bisa?
Sementara itu, senada dengan APJII, Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Aju Widya Sari mengatakan pertumbuhan pengguna internet yang terus meningkat memang mengharuskan Indonesia memerlukan Internet Protocol (IP) address dalam jumlah banyak.
"Saat ini ketersediaan IP address versi 4 (IPv4) sudah sangat terbatas. Untuk menghadapi keterbatasan itu, Kemenkominfo mendorong penggunaan IP address versi 6 (IPv6)," ujar Aju Widya Sari. [Antara]
Berita Terkait
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
Bukan Gen Z, Generasi Milenial Indonesia Paling Sering Gunakan Pinjol
-
Riset: Shopee Jadi Ecommerce Favorit Orang Indonesia 2025, Unggul Telak dari TikTok Shop dkk
-
Lelang 1.4 GHz Dibuka, APJII: Jangan Sampai Harga Internet Makin Mahal!
-
Asosiasi Targetkan Hilirisasi Digital dan Akses Internet Merata di Indonesia
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi
-
Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan