Suara.com - Youtube telah menutup channel resmi Pornhub, platform video bokep terkemuka di dunia, demikian diwartakan Engadget pada Rabu (21/12/2022).
Penutupan channel Pornhub tersebut dilakukan Youtube karena penyedia konten porno tersebut sudah berkali-kali melanggar syarat dan ketentuan.
Channel Pornhub di Youtube diluncurkan pada 2014 lalu dan memiliki lebih dari 900.000 subscriber. Kini channel tersebut sudah tak lagi bisa diakses.
"Kami menutup channel Pornhub Official karena telah melanggar sejumlah panduan komunitas kami," terang juru bicara Youtube.
Youtube juga menegaskan bahwa kebijakan itu diterapkan ke semua orang dan channel yang telah berkali-kali melanggar aturan di dalam platformnya.
MindGeek, perusahaan induk Pornhub, membantah klaim Youtube tersebut. Mereka juga terkejut dengan keputusan tersebut.
"Pornhub selalu menjaga kepercayaan dan menjalankan langkah-langkah untuk memastikan keamanan di internet, serta selalu mengambil langkah-langkah khusus agar tidak melanggar aturan Youtube," terang juru bicara MindGeek.
"Ini adalah bentuk diskriminasi terhadap mereka yang bergerak di industri konten dewasa," tutup MindGeek.
Ini bukan pertama kalinya channel atau akun resmi Pornhub di platform media sosial ditutup. Pada September lalu Instagram juga menutup akun resmi Pornhub karena dinilai melanggar aturan.
Baca Juga: 5 Cara Download Video YouTube Jadi MP3, Dijamin Gratis!
Pornhub sebelumnya juga memicu kontroversi karena dinilai menjadi tempat konten-konten ilegal antara lain pornografi anak dan kekerasan seksual. Platform itu juga dikecam karena meraup untung dari video-video tersebut.
Berita Terkait
-
Komdigi Sanksi Google Buntut YouTube Tak Patuh PP Tunas
-
Google dan YouTube Dukung PP Tunas, Tolak Larangan Akses Anak, Dorong Keamanan Digital Berbasis AI
-
Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Mengaku News Junkie, Ini Cara Prabowo Pantau Isu Global hingga Dini Hari
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah