Suara.com - Twitter Inc. menghapus fitur yang mempromosikan hotline pencegahan bunuh diri dan sumber daya keselamatan lainnya kepada pengguna yang mencari konten tertentu.
Hal ini terungkap dari dua orang yang mengetahui masalah tersebut, yang mengatakan bahwa itu dipesan oleh pemilik baru Elon Musk.
Penghapusan fitur, yang dikenal sebagai #ThereIsHelp, belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Itu telah ditampilkan di bagian atas pencarian khusus kontak untuk organisasi pendukung di banyak negara terkait dengan kesehatan mental, HIV, vaksin, eksploitasi seksual anak, Covid-19, kekerasan berbasis gender, bencana alam, dan kebebasan berekspresi.
Penghapusannya dapat menambah kekhawatiran tentang kesejahteraan pengguna yang rentan di Twitter.
Musk mengatakan bahwa tayangan atau pandangan, konten berbahaya menurun sejak dia mengambil alih pada Oktober dan telah men-tweet grafik yang menunjukkan tren penurunan.
Bahkan, ketika para peneliti dan kelompok hak-hak sipil telah melacak peningkatan tweet dengan cercaan rasial dan konten kebencian lainnya.
Twitter dan Musk tidak menanggapi permintaan komentar atas penghapusan fitur tersebut.
Damar Juniarto, direktur eksekutif di mitra Twitter Jaringan Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara, mentweet tentang fitur yang hilang dan mengatakan "tindakan bodoh" oleh layanan media sosial dapat membuat organisasinya meninggalkannya.
Dilansir laman New York Post mengutip Reuters, Minggu (25/12/2022), tidak dapat segera menentukan mengapa Musk memerintahkan penghapusan fitur tersebut.
Sumber yang mengetahui keputusannya menolak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan. Salah satunya mengatakan jutaan orang telah menemukan pesan #ThereIsHelp.
Eirliani Abdul Rahman, yang tergabung dalam grup penasihat konten Twitter yang baru saja dibubarkan, mengatakan hilangnya #ThereIsHelp "sangat membingungkan dan sangat mengganggu."
Twitter telah meluncurkan beberapa permintaan sekitar lima tahun lalu dan beberapa telah tersedia di lebih dari 30 negara, menurut tweet perusahaan.
Dalam salah satu postingan blognya tentang fitur tersebut, Twitter mengatakan, memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengguna dapat "mengakses dan menerima dukungan pada layanan kami saat mereka sangat membutuhkannya".
Sama seperti Musk membeli perusahaan tersebut, fitur tersebut diperluas untuk menampilkan informasi terkait pencarian bencana alam di Indonesia dan Malaysia.
Berita Terkait
-
Viral, Aktor Hollywood Samuel L Jackson Ketahuan Like Video Bokep di Twitter
-
Akun Twitter Jokowi Punya Centang Abu-abu, Apa Bedanya dengan Centang Biru dan Emas?
-
Warganet Protes Chef Arnold Pamer Kaki Lecet Usai Olahraga, Arnold Poernomo: yang Suka Pamer Harta Lagi Dipenjara
-
Twitter Memblokir Nomor Google Voice dari Autentikasi SMS, Termasuk Indonesia
-
Geger! Elon Musk Bikin Pengumuman Mengundurkan Diri dari CEO Twitter
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali