Suara.com - Setidaknya 20.000 tahun lalu, manusia tinggal di Eropa menciptakan lukisan hewan gua mencolok yang dipasangkan dengan tanda-tanda aneh, yakni garis, titik, dan simbol berbentuk Y.
Tanda-tanda ini, yang sangat dikenal oleh para peneliti, mungkin berhubungan dengan perilaku musiman hewan mangsa, menjadikan tanda-tanda itu sebagai tulisan pertama yang diketahui dalam sejarah umat manusia, klaim sebuah studi baru.
Meskipun seni gua Paleolitik lebih dikenal karena kudanya yang anggun dan cetakan tangan hantu, ada ribuan tanda nonfiguratif atau abstrak yang baru mulai dipelajari oleh para peneliti dalam beberapa dekade terakhir.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan 5 Januari di Cambridge Archaeology Journal, tim ilmuwan menunjukkan bahwa titik dan garis yang tampak abstrak ini, ketika ditempatkan di dekat citra hewan, sebenarnya mewakili sistem penulisan canggih yang menjelaskan pemahaman manusia purba, musim kawin, dan melahirkan spesies lokal yang penting.
Namun, peneliti lain masih tidak yakin dengan interpretasi studi tentang tanda buatan manusia ini, sebagaimana melansir laman Livescience, Senin (16/1/2023).
Melanie Chang, seorang ahli paleoantropologi di Portland State University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada Live Science melalui email bahwa dia setuju dengan penilaian para peneliti bahwa "Orang Paleolitik Atas memiliki kapasitas kognitif untuk menulis dan menyimpan catatan waktu."
Namun, dia memperingatkan bahwa "hipotesis para peneliti tidak didukung dengan baik oleh hasil mereka, dan mereka juga tidak membahas interpretasi alternatif dari tanda yang mereka analisis."
Apa arti dari tanda yang dicat itu?
Manusia purba di Eropa adalah pemburu-pengumpul yang banyak memakan daging dari spesies seperti kuda, rusa, dan bison.
Baca Juga: Pulau Baru Muncul di Tanimbar Usai Gempa Maluku, Peneliti: Mirip Gempa Aceh 2004
Ketika hewan-hewan itu berkumpul secara musiman dalam kawanan, mereka akan rentan disembelih oleh manusia.
“Dengan demikian, pengetahuan tentang waktu migrasi, perkawinan, dan kelahiran akan menjadi perhatian utama perilaku Paleolitik Muda,” studi penulis pertama Bennett Bacon, seorang peneliti independen dan konservator furnitur yang berbasis di London, dan rekannya menulis dalam studi mereka.
Melihat jumlah total tanda – baik titik atau garis – ditemukan dalam urutan di ratusan gua, para peneliti menemukan bahwa tidak ada rangkaian yang berisi lebih dari 13 tanda, konsisten dengan 13 bulan lunar setiap tahun.
"Kami berhipotesis bahwa urutan menyampaikan informasi tentang taksa hewan terkait mereka dalam satuan bulan," tulis mereka.
"Dengan sinyal yang jelas dari akhir musim dingin dan migrasi fauna yang sesuai ke tempat berkembang biak, akan memberikan gambaran yang jelas, jika berbeda secara regional, titik asal untuk kalender lunar," tambahnya.
Analisis statistik para peneliti terhadap lebih dari 800 urutan tanda yang diasosiasikan dengan hewan mendukung ide mereka – mereka menemukan korelasi yang kuat antara jumlah tanda dan bulan bulan di mana hewan tertentu diketahui kawin.
Berita Terkait
-
Peneliti Temukan Kelemahan Baru Pada Sistem Keamanan Smartphone Android
-
Peneliti BRIN Minta Maaf soal Prediksi Badai Dahsyat yang Picu Polemik dengan BMKG
-
Peneliti BRIN Akui Prediksi Badai Dahsyat Meleset, Ini Alasannya
-
Peneliti BRIN Jelaskan Istilah Badai Dahsyat Jabodetabek 28 Desember
-
Peneliti BRIN Minta Warga Waspada Potensi Banjir Besar di Jabodetabek Besok
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL