Mengambil hipotesis mereka selangkah lebih maju, Bacon dan rekannya berfokus pada tanda berbentuk Y yang menurut mereka mengacu pada peristiwa tertentu dalam siklus hidup hewan.
Analisis statistik serupa mendukung kesimpulan mereka bahwa penempatan tanda berbentuk Y di dalam serangkaian tanda menandakan musim kelahiran spesies hewan.
"Kemampuan untuk menetapkan tanda-tanda abstrak pada fenomena di dunia," kata mereka, "untuk merekam peristiwa masa lalu dan memprediksi peristiwa masa depan, merupakan pencapaian intelektual yang mendalam."
Menulis atau proto-menulis?
Tapi apakah ini tulisan paling awal yang diketahui? Bacon dan rekan keberatan, menyarankan bahwa "ini paling baik digambarkan sebagai sistem penulisan proto, langkah perantara antara notasi/konvensi yang lebih sederhana dan tulisan lengkap."
April Nowell, seorang arkeolog Paleolitik di University of Victoria di Kanada yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada Live Science melalui email bahwa "penelitian apa pun yang mengeksplorasi tanda-tanda non-figuratif secara lebih mendetail diperbolehkan, tetapi saya pikir ada sejumlah asumsi yang dibuat di sini yang belum terbukti."
Nowell mempertanyakan tanda Y, khususnya. "Mayoritas hewan yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah hewan berkaki empat, dan manusia biasanya berjongkok saat melahirkan," katanya.
"Jika tanda ini seharusnya menjadi ikon dari proses kelahiran, itu tidak jelas bagi saya."
Chang, ahli paleoantropologi yang juga seorang penunggang kuda dan pemilik kuda, mengajukan dua penjelasan alternatif untuk tanda Y.
Baca Juga: Pulau Baru Muncul di Tanimbar Usai Gempa Maluku, Peneliti: Mirip Gempa Aceh 2004
Dalam beberapa kasus, itu bisa mewakili tepi otot brachiocephalic, tengara yang menonjol di leher kuda.
"Dalam kasus lain. Ada kemungkinan bahwa apa yang mereka rekam sebagai Y mewakili apa yang disebut penunggang kuda modern sebagai 'tanda primitif' seperti batang kaki yang diasosiasikan dengan warna kuda liar, atau mungkin mewakili pola rambut atau fitur anatomi lainnya," jelas Chang.
Berita Terkait
-
Peneliti Temukan Kelemahan Baru Pada Sistem Keamanan Smartphone Android
-
Peneliti BRIN Minta Maaf soal Prediksi Badai Dahsyat yang Picu Polemik dengan BMKG
-
Peneliti BRIN Akui Prediksi Badai Dahsyat Meleset, Ini Alasannya
-
Peneliti BRIN Jelaskan Istilah Badai Dahsyat Jabodetabek 28 Desember
-
Peneliti BRIN Minta Warga Waspada Potensi Banjir Besar di Jabodetabek Besok
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc