Suara.com - Peluncuran baru-baru ini dari chatbot AI OpenAI ChatGPT, telah meningkatkan kewaspadaan di dalam Google, menurut laporan dari The New York Times.
Sekarang, Times mengatakan Google memiliki rencana "mendemonstrasikan versi mesin pencarinya dengan fitur chatbot tahun ini".
Raksasa mesin pencarian ini juga mengungkap lebih dari 20 proyek yang didukung oleh kecerdasan buatan.
Baru-baru ini pada Desember 2022, dilansi laman The Verge, Jumat (27/1/2023), dikabarkan eksekutif Google khawatir bahwa meskipun berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AI, bergerak terlalu cepat untuk meluncurkannya dapat merusak reputasi perusahaan. Tetapi banyak hal berubah dengan cepat.
Sebelumnya pagi ini, Google mengumumkan akan memberhentikan lebih dari 12.000 karyawan dan berfokus pada AI sebagai domain yang sangat penting.
Proyek lain dari presentasi slide yang dilihat oleh Times tampaknya akan memulai debutnya selama acara I/O tahunannya pada Mei mendatang, yang sebelumnya telah meluncurkan fitur seperti Duplex dan Google Glass.
Times juga melaporkan bahwa pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, pemegang saham pengendali perusahaan induk Google Alphabet, telah "menawarkan nasihat" kepada para pemimpin perusahaan, menyetujui rencana, dan mengajukan ide saat bertemu dengan para eksekutif untuk berbicara tentang ChatGPT bulan lalu.
Tercatat bahwa tingkat keterlibatan kembali ini, pergeseran setelah mereka meninggalkan peran harian mereka pada 2019, datang atas undangan CEO Google/Alphabet Sundar Pichai.
Demo untuk pencarian chatbot mengatakan Google akan memprioritaskan "mendapatkan fakta dengan benar, memastikan keamanan dan menyingkirkan informasi yang salah".
Baca Juga: Siap-siap, Android 14 Bakal Blokir Deretan Aplikasi Jadul
Diharapkan dapat mengatasi masalah AI yang menanggapi pertanyaan dengan percaya diri dan jelas dengan informasi yang buruk.
Sementara itu, ini juga sedang mencari cara untuk mempercepat proses peninjauan yang seharusnya memeriksa teknologi untuk melihat apakah itu beroperasi dengan cara yang adil dan etis.
Peluncuran produk baru yang disebutkan dalam laporan, dipresentasikan oleh panel eksekutif termasuk Jeff Dean, yang menjalankan departemen penelitian dan AI.
Perusahaan juga sedang mengerjakan alat pembuatan kode yang disebut PaLM-Coder 2, yang mirip dengan perangkat lunak GitHub Copilot Microsoft dan alat lain yang membantu membuat aplikasi untuk ponsel cerdas bernama Colab + Android Studio.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google telah melangkah dengan hati-hati dalam hal peluncuran produk AI baru.
Perusahaan mendapati dirinya berada di tengah perdebatan tentang etika kecerdasan buatan setelah memecat dua peneliti terkemuka di lapangan, Timnit Gebru dan Margaret Mitchell.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana