Pasangan ini melontarkan kritik terhadap model bahasa AI, mencatat tantangan seperti kecenderungan mereka untuk memperkuat bias dalam data pelatihan mereka dan menyajikan informasi palsu sebagai fakta.
Meskipun penelitian AI Google dianggap sama majunya dengan perusahaan teknologi terkemuka lainnya, itu hanya menguji perangkat lunak dengan pagar pembatas yang sangat ketat.
Aplikasi AI Test Kitchen perusahaan, misalnya, menawarkan akses ke alat pembuatan gambar dan teks yang mirip dengan DALL-E dan ChatGPT OpenAI.
Namun, Google sangat membatasi permintaan yang dapat dibuat pengguna dari sistem ini.
Perusahaan telah memamerkan beberapa produk AI-nya sendiri yang penuh obrolan, termasuk demo nonpublik pada 2021 dari sistem yang mirip dengan ChatGPT.
Namun, dengan peluncuran ChatGPT OpenAI dan peringatan mengkhawatirkan tentang kematian Google yang akan datang, tampaknya perusahaan sedang merevisi taktiknya.
Di masa lalu, Google mengatakan menghindari peluncuran produk AI tertentu karena potensi "kerusakan reputasi".
Sekarang, tampaknya reputasi yang ingin dihindarinya adalah ketinggalan zaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana