Suara.com - Sebuah negara di Timur Tengah mengimpor Loong3 dari LoongUAV, sebuah drone kecil dengan kemampuan serangan, untuk meningkatkan kemampuan operasional pasukan bersenjata.
Loong 3 adalah UAV sayap tetap VTOL dengan persyaratan lokasi pendaratan kecil, otomatisasi tinggi, daya tahan panjang, kecepatan jelajah cepat dan efisiensi operasional yang tinggi.
Membawa beberapa cangkang mortir, itu dikonversi menjadi senjata ofensif dengan fungsi seperti rudal untuk mendekati dengan cepat dan tepatnya menyerang target musuh. Dibandingkan dengan rudal jelajah, bom udara-ke-darat dan amunisi pemogokan presisi yang tidak dapat didaur ulang lainnya, Loong 3 dapat didaur ulang dan digunakan kembali berulang kali, menunjukkan ekonomi tinggi, membuat cangkang artileri $ 100 dipukul dengan dampak rudal berpemandu $ 1 juta.
Sebelumnya diuji di Timur Tengah, UAV ini lulus berbagai tes dan validasi independen, memenangkan pengakuan tinggi dari militer. Memasang dua cangkang mortir 81mm dan melakukan tes drop bom pada ketinggian 200 meter dan 700 meter, mengenai bullseye secara akurat. Dipasang empat cangkang mortir 60mm, itu terbang di malam hari di ketinggian lebih dari 2.000 meter, menembus pertahanan sistem jamming UAV, dengan transmisi gambar yang jelas, dan terbang ke target 70 kilometer jauhnya untuk menyelam dan menjatuhkan bom, mengenai target Targetkan secara akurat dan berhasil kembali.
Loong 3 memiliki beban maksimum hingga 10 kg, kisaran maksimum 200 menit dan kisaran kontrol lebih dari 60 km. Desain modular komponen badan pesawat memungkinkan penyebaran cepat dalam satu menit. Desain kompartemen beban tipe laci independen memungkinkan untuk penggantian cepat dan ekspansi fleksibel.
LoongUAV mendesain, mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan drone taktis profesional. Mampu melakukan tugas pertempuran yang cerdas, akurat, dan beragam di lingkungan medan perang dengan ancaman tinggi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.loonguav.com atau hubungi sales@loonguav.com.
Tag
Berita Terkait
-
ChatGPT Milik OpenAI Elon Musk Bikin Geger Dunia, Diduga Bakal Gantikan Google? Begini Kinerjanya..
-
Mengenal Teknologi HAARP: Ramai Jadi Teori Konspirasi Penyebab Gempa Turki
-
Memakai Headset Terlalu Lama Dapat Berbahaya Bagi Tubuh, Ini 5 Bahayanya
-
Legenda Tragis Kapal Titanic yang Tenggelam Kini Tayang Lagi Dengan Teknologi 3D
-
Potret Kecakapan Digital Masyarakat Indonesia 2022 di Era Teknologi: Berada di Kategori Sedang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony
-
CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?