Suara.com - SleekFlow, platform omnichannel social commerce, menawarkan solusi untuk mendorong pertumbuhan bisnis food and beverages di Indonesia.
Dari pengalaman SleekFlow, salah satu tantangan para pelaku usaha adalah menciptakan proses reservasi terbaik, serta meningkatkan keterlibatan dengan para pelanggan, termasuk mempermudah melakukan transaksi.
Asnawi Jufrie, Regional GM ASEAN SleekFlow mengatakan, rata-rata pelaku usaha itu memiliki kebutuhan menjangkau lebih banyak konsumen dan memiliki layanan terbaik untuk memudahkan transaksi.
"Namun, cara konvensional untuk menjangkau lebih banyak konsumen seperti email dan WhatsApp business biasa memiliki banyak keterbatasan, seperti minimnya otomasi yang bisa mendorong penjualan," ujarnya.
Untuk itu, SleekFlow memberikan solusi WhatsApp Business API atau WABA dan otomasi SleekFlow agar para pelaku usaha food and beverages ini bisa mendapatkan lebih banyak reservasi dan pemesanan terutama dengan otomasi untuk reservasi tempat.
“Dengan WABA, para pelaku usaha food and beverages bisa secara konsisten memberikan update promo, selain itu otomasi juga memudahkan pelaku usaha untuk mengelola reservasi. Artinya, ada potensi untuk menjangkau konsumen lebih besar lagi,” tambah Asnawi.
Dari sisi operasional, layanan otomasi dari SleekFlow juga bisa membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien dalam menerima reservasi tempat hingga melayani pertanyaan yang masuk.
Semua pertanyaan itu akan tersedia dalam inbox terpadu di dashboard SleekFlow.
Asnawi kembali menjelaskan bahwa bisnis FnB dari skala kecil hingga menengah membutuhkan proses operasional yang efisien untuk bisa mencatatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Misalnya seperti, menggunakan layanan SleekFlow dengan WABA dan berbagai fiturnya yang bisa mendukung penjualan via media sosial, termasuk aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
"Dengan beralih ke proses digital, bisnis dapat menjangkau lebih banyak konsumen, meningkatkan loyalitas konsumen, dan mempermudah proses transaksi mereka," tutupnya.
Berita Terkait
-
Strategi Merger Platform Freelancer Demi Perluas Ekspansi, Mulai dari Hadirnya Aplikasi Mobile
-
Startup Deliveree di Batam Wujudkan Digitalisasi dengan Teknologi AI
-
Melalui Pijar, Telkom Akselerasikan Digitalisasi Proses Belajar Bagi Generasi Muda
-
Catat! Ini Cara Manfaatkan Platform Digital Agar UMKM Bisa Go Internasional,
-
Anak Usaha Telkom, Finnet Indonesia Luncurkan Finpay Link
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua
-
Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan
-
3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
-
Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi
-
Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri
-
Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal
-
WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor
-
Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah
-
The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati
-
Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan