Suara.com - Sejak tahun 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Digital Leadership Academy (DLA) dan sudah lebih dari 1000 pemimpin digital dicetak dari program tersebut.
Menkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan program pelatihan digital itu diperuntukkan bagi pemimpin-pemimpin indonesia dari sektor publik maupun privat.
"Hingga hari ini, 1.112 peserta telah mengikuti berbagai Program DLA," ujarnya dalam Digital Creative - Leadership Forum di Jakarta Pusat, Kamis (09/11/2023).
Program DLA bekerja sama dengan berbagai mitra, khususnya universitas ternama dunia yaitu University of Cambridge, Oxford Internet Institute, Imperial College London, Harvard Kennedy School, MIT, Cornell University, National University of Singapore, dan Tsinghua University.
Melalui Program DLA, diharapkan mulai dari top executive, pembuat kebijakan, serta pelaku usaha, mampu merumuskan kebijakan, menginisiasi inovasi digital, dan mendorong peningkatan daya saing ekonomi digital di indonesia.
"Kepemimpinan digital menjadi salah satu komponen utama yang dibutuhkan. Transformasi digital menuntut terciptanya strategi jangka panjang, yang melibatkan seluruh pimpinan untuk berinovasi dengan teknologi," jelas Menteri Budi Arie.
Menurut Menkominfo, era digital menyebabkan disrupsi yang membuat keahlian-keahlian digital menjadi penting dan dibutuhkan. Bahkan terdapat perubahan budaya yang berbeda dengan era konvensional, seperti remote working dan pengambilan keputusan berbasis data.
"Pemimpin yang ahli dalam analytical thinking dan creative thinking masih sangat dibutuhkan. Untuk itu, para pemimpin di era digital harus melakukan upskilling terlebih dahulu," imbuh dia.
Menurut Menteri Budi Arie, dalam DLA ada beberapa tema yang relevan di era digital, mulai dari digitalisasi bisnis, keamanan siber, hingga tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: Menkominfo: Media Harus Terapkan Jurnalisme Berkualitas untuk Pemilu Damai 2024
"Di tahun 2023 ini, program DLA dibagi dalam 3 skema yaitu Smart Digital Leader Indonesia Maju, Smart Digital Leader Makin Digital, dan Smart Digital Leader Province," tutup dia.
Berita Terkait
-
BSSN dan Kominfo Siapkan 39.000 Orang Buat Cegah Kebocoran Data di IKN
-
Menteri Kominfo: Investasi Jaringan 5G Mahal, Pemakainya Baru 5 Persen
-
Kominfo Restui Jika TikTok Shop Mau Balik Lagi ke Indonesia, Tapi Ada Syaratnya
-
Sukses Capai Orbit, Kominfo Beberkan Manfaat Satelit Satria untuk Indonesia
-
Menteri Kominfo Pastikan Netral di Pemilu 2024, Ada Satgas Antihoaks
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
iPhone Disebut Bakal Pakai Layar Lengkung Empat Sisi, Apple Ikuti Jejak Xiaomi?
-
5 HP Harga Rp1 Jutaan Paling Worth It di Tahun 2026, Spek Gak Kaleng-kaleng
-
Samsung Disebut Eksperimen Baterai 20.000 mAh, Ini Tantangannya
-
Update 25 Kode Redeem FC Mobile 1 Januari 2026, Klaim Icon 113-115 Gratis di Tahun Baru!
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
Bocoran Harga Poco M8 dan M8 Pro Muncul Jelang Rilis, Ini Gambaran Kelas dan Speknya
-
4 Cara Mendapatkan Candy Blossom di Grow a Garden Roblox agar Panen Melimpah
-
Skin Starlight Januari 2026 Bocor, Gak Cuma Harley yang Punya Tampilan Baru
-
Cara Mengotomatisasi Laporan di Microsoft Excel untuk Meningkatkan Produktivitas
-
Pascabencana, Uptime BTS di Aceh Tembus 92 Persen