Suara.com - Tidak ada seorang pun yang menyukai WiFi lemot karena hal itu dapat menghambat apa pun, mulai dari pekerjaan yang sedang dilakukan, tugas sekolah, hingga bermain game. Namun, ada cara untuk meningkatkan kecepatan WiFi.
Salah satu cara untuk meningkatkan kecepatan WiFi adalah dengan memperbaiki perangkat lunaknya. Jika penyesuaian tersebut tidak berhasil, pengguna dapat membeli alat perluasan WiFi.
berikut ini cara meningkatkan kecepatan WiFi yang lemot:
1. Tingkatkan router software
Sama seperti laptop dan ponsel, router menjalankan perangkat lunaknya sendiri. Dalam kasus ini, itu disebut firmware. Perusahaan memang tidak sering mengeluarkan pembaruan untuk firmware router, tetapi banyak yang menyediakan versi baru perangkat lunak untuk diunduh. Pembaruan ini memperbaiki bug dan mungkin juga mencakup peningkatan kinerja, serta dukungan tambahan untuk perangkat baru di pasar.
Cara terbaik untuk menemukan firmware baru untuk router adalah dengan mengunjungi situs web produsen atau penyedia layanan internet. Jika pengguna tidak bisa menemukan tautan unduhannya, cari di Google dengan mengetik kata kunci "firmware" diikuti dengan merek dan model router yang digunakan.
Proses untuk menginstal firmware bervariasi dari satu router ke router lainnya. Biasanya, pengguna membuka pengaturan perangkat di komputer dan mencari opsi yang memungkinkan pengguna menginstal pembaruan dari file yang diunduh.
2. Ubah saluran nirkabel
Trik lain yang layak untuk dicoba adalah mengubah saluran nirkabel yang digunakan. Artinya, pengguna harus menyesuaikan frekuensi nirkabel yang menyiarkan sinyal WiFi.
Baca Juga: Awas, Download dan Nonton Film Bokep Pakai Wifi Kantor Bisa Bahayakan Perusahaan Loh!
Router yang digunakan harus memiliki pengaturan yang memungkinkan pengguna mengubah saluran.
Sebagian besar router menggunakan saluran 6 secara default. Ubah ini menjadi 1 atau 11 dan pengguna mungkin melihat kinerja WiFi yang lebih baik.
Beberapa router yang lebih canggih menawarkan dua pita frekuensi, yaitu pita standar 2,4GHz dan pita 5GHz yang lebih cepat. Namun ketika pengguna berpindah pita, artinya pengguna menggeser frekuensi lebih jauh. Dengan kata lain, perangkat yang disambungkan ke pita berbeda tidak akan saling mengganggu.
Jika router yang digunakan mendukung dua pita, biasanya pengguna akan melihat dua jaringan WiFi berbeda yang dapat disambungkan. Bagilah perangkat di kedua jaringan, tergantung pada kecepatan dan jangkauan yang dibutuhkan setiap perangkat keras dari WiFi.
Tidak semua router dapat menangani kedua pita tersebut, namun sebagian besar router yang diproduksi dalam beberapa tahun terakhir mendukung standar ini. Di pita mana pun, jika pengguna mendapatkan kecepatan WiFi di bawah optimal dan melihat roda buffering lebih sering, pengguna masih dapat mengubah saluran nirkabel yang digunakan dalam rentang 5GHz atau 2,4GHz.
3. Kontrol bandwidth
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah