Suara.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nezar Patria mengaku kalau Pemerintah RI saat ini tengah fokus menyorot dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) jelang pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilpres 2024.
Nezar menyatakan kalau Kominfo sedang mempelajari generative AI, tingkat lanjutan dari AI. Teknologi itu diyakininya bisa memproduksi teks, suara, dan membuat sesuatu yang baru sehingga bisa mengecoh publik.
"Wujudnya sering kita lihat, menggunakan teknologi deepfake, menggunakan AI, untuk meniru seseorang. Tapi apa yang diomongkan dan ditampilkan itu sangat berbeda," papar dia saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Lebih lagi teknologi ini berkembang di tengah pelaksanaan Pilpres 2024. Nezar khawatir kalau AI bisa memperkeruh suasana maupun iklim demokrasi di Indonesia.
"Karena misinformasi dan disinformasi ini bisa memancing perbedaan persepsi, pendapat, prasangka, yang muncul akibat adanya kekacauan informasi," urai dia.
Berangkat dari sana, Kominfo tengah menyiapkan surat edaran soal AI di Indonesia. Dengan ini Nezar ingin rakyat Indonesia paham soal efek positif maupun negatif AI.
"Mereka harus transparan menyatakan bahwa produk itu adalah buatan AI, buatan generative AI. Ini yang jadi concern kami," ujarnya.
"Kami harapkan dia jadi rujukan nilai dalam memproduksi produk-produk AI bagi para pelaku usaha dan industri yang menerapkan atau memanfaatkan AI," sambung dia lagi.
Nezar menegaskan, apabila produk AI ini sudah masuk ke ranah publik lewat media sosial dan bertentangan dengan peraturan, maka penyebar bisa berhadapan dengan hukum.
Baca Juga: Siapa Capres yang Paling Banyak Dapat Sentimen Negatif Usai Debat Perdana?
"Misalnya disinformasi dan misinformasi yang mengarah kepada pencemaran nama baik, itu akan berurusan dengan undang-undang ITE, dengan KUHP atau juga konten-konten yang generative AI mengarah kepada pornografi misalnya," paparnya.
Untuk mencegah AI disalahgunakan di Pemilu 2024, Kominfo mengaku sudah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Tapi jika masih ada yang bandel, Nezar tak menutup kemungkinan kalau Kominfo bisa menindaklanjuti.
"Kalau ada, misalnya, produk-produk generative AI kayak deepfake yang diadukan Kominfo melalui jalur-jalur yang sudah kita atur selama ini, kita akan ambil tindakan untuk memutuskan akses misalnya. Supaya konten-konten seperti itu tidak memperkeruh keadaan, dan tidak mengganggu proses demokrasi yang sedang dilakukan masyarakat Indonesia," tegasnya.
Berita Terkait
-
Siapa Capres yang Paling Banyak Dapat Sentimen Negatif Usai Debat Perdana?
-
Apa Benar Moderator Debat Pilpres 2024 Ditolak Selfie oleh 3 Capres?
-
Prabowo Subianto Janji Bikin Badan Pusat Legislasi Jika Jadi Presiden, Apa Fungsinya?
-
JAKI Diretas Saat Anies Baswedan Bicara di Debat Capres, Begini Respons Pemprov DKI
-
KontraS Soal Debat Capres Pertama: Prabowo Begitu Emosional, Tak Paham Nilai Demokrasi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana