Tekno / Tekno
Senin, 01 Januari 2024 | 10:00 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (KCNA/ Reuters)

Suara.com - Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un mengumumkan kalau negaranya bakal punya tiga satelit pengintai baru. Satelit mata-mata itu bakal diluncurkan pada tahun baru 2024 ini.

Rencana ini disampaikan Kim Jong Un pada rapat akhir tahun Partai Buruh Korea selaku penguasa. Ini juga bertepatan dengan keberhasilan Korut dalam meluncurkan satelit pengintai baru ke orbit.

Kim Jong Un menegaskan kalau tiga satelit pengintai itu bakal berperan penting dalam memperkuat militer Korut, sebagaimana dilaporkan Tech Times, Senin (1/1/2024).

Bahkan, ia juga mengklaim kalau satelit yang sudah diluncurkan sebelumnya sukses menangkap gambar situs militer utama Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Tak hanya satelit pengintai, Kim Jong Un menguraikan rencana pengembangan militer di tahun 2024 seperti senjata nuklir, rudal hingga drone.

Dia memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis nuklir dan menekankan perlunya tanggapan cepat terhadap potensi keadaan darurat.

Ilustrasi satelit (Shutterstock).

Korut vs Korsel
Kim Jong Un juga mengemukakan pandangannya soal hubungan dengan Korsel. Dia menyebut kalau unifikasi sudah tak mungkin lagi dilaksanakan.

Kim Jong Un menuduh Pemerintah Seoul seolah memperlakukan Korut sebagai musuh karena tidak ada kesepakatan untuk mengurangi ketegangan militer yang terjadi baru-baru ini.

Di sisi lain Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengeluarkan peringatan keras terhadap rencana penggunaan senjata nuklir sebagai respons terhadap ketegangan dengan Korut.

Baca Juga: Kim Jong-un Mendadak Siapkan Rudal Nuklir Korea Utara, Ancaman Perang Dunia?

Pemerintah Korsel mengingatkan kalau rezim Kim Jong Un bakal menghadapi konsekuensi yang mengerikan apabila itu berlanjut, di mana Korsel akan dibantu militer AS.

Diketahui Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal sepanjang tahun 2023. Tindakan Korut ini dikecam oleh sejumlah negara-negara Barat karena khawatir soal situasi keamanan di kawasan Timur Asia itu.

Load More