"Perusahaan yang dapat menggabungkan data mereka sendiri dengan Generative AI akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan," ungkapnya.
2. Pembekalan serta Peningkatan Keahlian Berbasis AI untuk Tenaga Kerja di Masa Depan
Perubahan menuju Industri 4.0 menuntut keterampilan baru seperti data scientist, cloud professional, dan cybersecurity experts.
Di satu sisi, otomatisasi mungkin memengaruhi beberapa pekerjaan, namun di sisi lain hal ini juga menciptakan peluang baru.
Program Beasiswa Talenta Digital Indonesia merupakan contoh upaya proaktif untuk melatih bakat digital masa depan.
Munculnya peran terkait AI, seperti Generative AI Prompt Engineers, menuntut pembelajaran dan
adaptasi berkelanjutan.
Adopsi AI yang bertanggung jawab dan pengawasan manusia sangat penting, terutama dengan munculnya chatbot yang dibangun di atas pemodelan bahasa coding yang besar.
Seperti yang ditawarkan Joule, sebuah alat Generative AI dari SAP, yang bisa terintegrasi ke dalam aplikasi bisnis sejalan dengan prinsip diatas, menawarkan solusi AI yang bertanggung jawab bagi bisnis di Indonesia.
"AI tidak akan menggantikan pekerjaan, tetapi akan menciptakan lapangan kerja yang baru," kata Andreas.
Baca Juga: Al Diprediksi Jadi Ancaman di Tahun 2024
Menurutnya, investasi dalam program pembekalan dan peningkatan keahlian sangat penting untuk
memastikan transisi yang mulus bagi pekerja dan memaksimalkan manfaat AI bagi semua orang.
3. Demokratisasi Cloud dan AI yang Memacu
Pertumbuhan bagi Perusahaan di Semua Ukuran Kombinasi kekuatan cloud dan AI akan mengarah pada lahirnya inovasi-inovasi yang besar di dunia korporat pada tahun 2024 dan lima tahun ke depan.
Hal ini memungkinkan suatu organisasi melakukan integrasi, memperbesar skala, kinerja, penghematan biaya, dan keamanan yang lebih besar.
Dampak transformasi ini sudah dirasakan di Indonesia.
Adopsi komputasi cloud diperkirakan akan berkontribusi sebesar 10,7 miliar Dolar AS terhadap ekonomi antara tahun 2021 dan 2025, menurut Kementerian Informasi Republik Indonesia.
Ketika berbicara dengan pelanggan tentang transformasi cloud, mereka memiliki dua hambatan utama, yakni menghasilkan hasil bisnis yang nyata dan biaya.
SAP menangani kedua hambatan ini dengan program RISE with SAP Migration and Modernization.
Untuk mengimbangi biaya migrasi dan transformasi, SAP memiliki insentif transformasi baru untuk meringankan beban bagi pelanggan yang beralih ke penawaran RISE atau GROW with SAP, baik pelanggan berasal dari sistem ERP warisan on-prem seperti ECC atau S/4HANA.
Layanan seperti RISE with SAP menyediakan jalur yang jelas dan fleksibel bagi bisnis untuk menjadi perusahaan cerdas, dan dirancang untuk membantu pelanggan SAP yang telah menggunakan ERP untuk beralih ke cloud.
Sementara GROW with SAP dapat membantu UKM yang fokus pada pertumbuhan bisnis, untuk mengadopsi ERP cloud.
Kedua layanan tersebut membawa produk dan alat yang tepat dalam satu paket kontrak untuk mempercepat adopsi cloud terlepas dari ukuran, industri, kesiapan cloud, kustomisasi, volume, atau titik keberangkatan.
“Dengan memanfaatkan kemampuan otomatisasi AI, ditambah oleh kapasitas dan fleksibilitas cloud, organisasi akan dapat lebih baik memprediksi operasi dan memanfaatkan berbagai solusi AI untuk berskala sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka," tutup Andreas.
Berita Terkait
-
Teknologi Masa Depan yag Ditunggu, Baterai Tahan Hingga 50 Tahun Mulai Diuji Coba
-
DPR Gercep Gaungkan UU Baru Imbas Foto Porno AI Taylor Swift
-
Rekap PHK Massal Perusahaan Teknologi Januari 2024: Dari Google hingga Meta
-
Taylor Swift Hilang di Twitter X Buntut Foto Porno AI Viral
-
Kominfo Gandeng Timor Leste Kembangkan AI, Big Data, dan IoT
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Samsung Galaxy A27 5G Tantang HP Mid-Range, Bawa AI Premium dan Garansi Update hingga 2032
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus