Logo Microsoft Word. [Microsoft]
Suara.com - Pengguna Microsoft dapat mengubah bahasa tampilan dan pengeditan di Word. Pengubahan bahasa di Microsoft Word memungkinkan pengguna lebih mengerti bahasa ibu ataupun mempelajari bahasa baru.
Berikut ini cara mengubah bahasa di Microsoft Word dengan mudah:
Cara mengubah bahasa tampilan Microsoft Word
- Pilih File > Options.
- Di kotak dialog Word Options, pilih Language.
- Pada bagian Choose Display Language, pilih Display Language dan Help Language yang ingin digunakan.
- Bahasa yang diinstal di Windows akan ditampilkan.
- Jika bahasa tertentu tidak tercantum, pilih opsi Get more display and help languages from Office.com. Jika perlu, instal Language Accessory Pack, lalu tutup dan buka kembali Word. Pengguna mungkin merlu reboot komputer. Setelah paket bahasa dimuat, buka menu Word Options dan pilih paket tersebut dalam daftar
- Display Language dan Help Language.
- Klik opsi Set as Default untuk keduanya.
- Klik OK untuk menyimpan perubahan.
Cara mengubah bahasa pengeditan di Microsoft Word
Bahasa pengeditan yang mengatur ejaan, tata bahasa, dan pengurutan kata dapat diubah di layar Word Options.
- Buka bagian Choose Editing Languages dan pilih bahasa yang disediakan dari daftar. Jika bahasa yang diinginkan tidak tercantum, pilih ikon panah dan tambahkan bahasa pengeditan tambahan.
- Untuk mengoreksi bahasa yang dipilih, sorot teks, lalu buka tab Preview dan pilih Language > Set proofing language.
- Pilih bahasa dari daftar.
Cara mengubah bahasa di Word Online
Opsi bahasa untuk Office Online serupa dengan Office versi desktop.
- Di Office Online, sorot teks untuk pemeriksaan dalam bahasa non-default.
- Review > Spelling and Grammar > Set Proofing Language, lalu pilih bahasa alternatif.
- Semua pemeriksan yang disorot akan diatur oleh aturan bahasa alternatif.
Dengan mengikuti langkah di atas, pengguna dapat mengubah bahasa Microsoft Word dengan mudah.
Baca Juga: 3 Cara Melihat Jumlah Kata di Microsoft Word, Lengkap Panduannya
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Huawei Mate X7 Resmi Rilis 5 Maret 2026 di Indonesia: HP Lipat Tertipis dengan Kamera Ultra HDR
-
ROG Flow Z13-KJP Resmi Meluncur: Tablet Gaming Paling Powerful di Dunia, Cuma 50 Unit di Indonesia!
-
5 Pilihan HP yang Cocok untuk Game Berat, Anti Lag dan Spek Gahar
-
ASUS ROG 20 Tahun: Raja Gaming Indonesia Hadirkan Laptop Dual-Screen OLED 3K dan AI Generasi Baru
-
31 Kode Redeem FC Mobile 25 Februari 2026, Klaim Dunga dan Voucher Gratis
-
Terpopuler: 7 HP Paling Hemat Baterai Buat Mudik Lebaran, Roster MPL ID Season 17
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli