- Data Evello menunjukkan kasus Tyas LPDP paling ramai dibahas netizen X.
- Platform Instagram mencatat interaksi lebih tinggi dibanding TikTok terkait isu beasiswa.
- Kemenkeu resmi blacklist Tyas dan Arya serta wajibkan pengembalian dana beasiswa.
Suara.com - Alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, ramai menuai sorotan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Topik LPDP ternyata lebih leboh dibahas di X dan Instagram dibanding platform TikTok.
Melalui akun X, Dudy Rudianto selaku founder layanan Big Data serta Analytics Platform Evello mengungkap peta persebaran amukan warga X pada alumni beasiswa LPDP.
Menurut data Evello pada 14 Februari hingga 21 Februari 2026, percakapan tentang LPDP serta Tyas mencapai 4 ribu komentar.
Topik tersebut tayang 6,1 juta kali sehingga trending di X. Sebagai informasi, LPDP saat ini bahkan masih trending di X dengan lebih dari 15 ribu cuitan.
Data Evello tersebut cocok dengan statistik pada platform Trends24.in.
Perlu diketahui, LPDP sempat menempati Longest Trending (Trending Terlama) di platform Trends24.in pada 20 hingga 21 Februari 2026.
"Dengan percakapan mencapai 4 ribu komentar, kasus alumni beasiswa LPDP ini tayang hingga 6,1 juta kali. Wajar jika disebut viral dan berakhir menjadi trending di X," tulis Dudy Rudianto dikutip dari akun X miliknya (@DudyRudianto) pada Selasa (24/02/2026).
Evello turut memantau kehebohan LPDP dengan 1,7 juta tayangan dan 9 ribu komentar. Pengguna Instagram ternyata lebih banyak mengomentari kasus Dwi Sasetyaningtyas dibanding netizen X.
"Di IG, total percakapan mencapai 9 ribu komentar, dengan tayang mencapai 1,7 juta dan interaksi sebanyak 88 ribu," ungkap Dudy Rudianto.
Baca Juga: Sudinsos Jakbar Buru Wanita Viral Hobi Makan Gratis dan Tak Bayar Ojol: Warga Resah
Topik Tyas dan LPDP juga sempat muncul di TikTok. Meski begitu, pengguna TikTok nampak kurang peduli dengan sebaran hanya 2 ribu dan tayangan 3 juta.
"Sementara case alumni LPDP terbilang tidak terlalu ramai di Tiktok. Percakapan hanya mencapai 4 ribu dgn sebaran 2 ribu dan tayang 3 juta kali alias kurang viral di Tiktok," pungkas Dudy Rudianto.
Kasus Dwi Sasetyaningtyas
Dwi Sasetyaningtyas (Tyas) menjadi sorotan publik setelah unggahannya yang menyatakan kebanggaan atas status warga negara Inggris anaknya memicu kecaman luas.
Netizen menilai pernyataan tersebut tidak etis karena Tyas dan suami, Arya Iwantoro, merupakan alumni penerima beasiswa LPDP.
Meski Tyas telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menjelaskan bahwa ucapannya didasari rasa frustrasi pribadi, kasus ini tetap viral hingga memuncaki tren di media sosial selama beberapa hari.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Kementerian Keuangan RI mengambil langkah tegas dengan memasukkan nama Tyas dan suaminya ke dalam daftar hitam (blacklist) instansi pemerintahan.
Keputusan ini menutup peluang bagi keduanya untuk bekerja atau terlibat dalam proyek apa pun yang berhubungan dengan pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesalkan pernyataan tersebut dan menegaskan pentingnya tanggung jawab moral bagi para penerima beasiswa negara.
Selain sanksi administrasi, pemerintah mewajibkan pasangan tersebut untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa yang telah digunakan, lengkap beserta bunganya.
Dalam keterangan Purbaya, pihak Kemenkeu menyatakan bahwa proses komunikasi dengan suami Tyas telah dilakukan, dan yang bersangkutan dikabarkan setuju untuk melunasi kewajiban finansial tersebut sesuai dengan aturan berlaku di LPDP.
Berita Terkait
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Komentari Kasus LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Ingatkan Bahaya Pamer di Medsos
-
Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Pasangan Alumni LPDP Terancam Blacklist
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Jelang Lebaran 2026, Lengkap Semua Seri
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Versi Global Terungkap Jelang Perilisan
-
17 HP Murah Redmi dan POCO dapat HyperOS 4 Berbasis Android 17, Ada Fitur Baru
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
-
Oppo Find N6 Segera Rilis: Lipatan Makin Tipis, Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 24 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan Gratis