Suara.com - Samsung Galaxy Watch7 bakal membawa sejumlah peningkatan dibanding generasi sebelumnya, Galaxy Watch6. Laporan terbaru mengklaim bahwa Samsung Galaxy Watch7 siap debut pada tahun ini.
Perusahaan diketahui telah menerapkan strategi peluncuran smartwatch tak biasa akhir-akhir ini. Sejak beralih dari Tizen ke Wear OS, perusahaan hanya meluncurkan penerus Galaxy Watch Active2 setiap tahunnya, yang dijual dalam dua ukuran.
Sebaliknya, Galaxy Watch3 tetap hadir di antara Galaxy Watch4 Classic dan Galaxy Watch6 Classic, yang debut dengan selisih dua tahun. Selain itu, Samsung lantas menjual Galaxy Watch5 Pro, opsi yang lebih kecil daripada Galaxy Watch6 Classic terbesar.
Alhasil, Samsung mencantumkan tiga seri smartwatch di situsnya yaitu 'Galaxy Watch', 'Galaxy Watch Classic', dan 'Galaxy Watch Pro'. Kabarnya, Samsung memutuskan untuk menawarkan tiga varian di bawah bendera seri Galaxy Watch7.
Dikutip dari Notebookcheck dan Sam Mobile, perusahaan turut mengembangkan versi Classic dan Pro. Samsung Galaxy Watch7, Galaxy Watch7 Classic, dan Galaxy Watch7 Pro diprediksi mengandalkan chipset dengan kode nama Exynos S5E5535.
Chipset diklaim 30 persen lebih kencang dibanding Exynos W930 yang menjadi dapur pacu Galaxy Watch6. Selain itu, chipset ini dikabarkan memberikan peningkatan kinerja sekaligus mengurangi konsumsi daya sebesar 50 persen, kemungkinan melalui penerapan proses manufaktur 3 nm.
Sebagai pengingat, Samsung Galaxy Watch6 mempunyai chipset Exynos W930 dengan sistem fabrikasi 5 nm. Perangkat menjalankan sistem operasi Android Wear OS 4 yang dikustomisasi ke dalam One UI Watch 5.
Smartwatch mempunyai layar Super AMOLED 1,5 inci beresolusi 480 x 480 piksel dengan dukungan peringkat IP68 untuk ketahanan air dan debu. Samsung Galaxy Watch7 diharapkan membawa spesifikasi chipset dan panel yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: 10 Cara Jitu Mengatasi Data Seluler di HP Samsung yang Bermasalah
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan