Suara.com - Google Maps melacak riwayat lokasi pengguna untuk memberikan hasil penelusuran yang lebih cepat, rekomendasi yang lebih akurat, dan perkiraan waktu tunggu.
Semakin banyak data yang dibagikan dengan Google, maka semakin personal pengalaman pengguna dalam menggunakan layanan ini.
Walaupun fitur ini dapat membantu, namun beberapa orang merasa khawatir dengan privasi karena Google mencatat setiap gerakan pengguna. Tetapi, pengguna dapat menghapusnya. Berikut ini cara menghapus riwayat penelusuran Google Maps:
1. Cara menghapus riwayat pencarian Google Maps
Saat membuat akun, Google akan mengaktifkan Aktivitas Web dan Aplikasi untuk mengumpulkan data dan menggunakannya untuk memberi pengguna pengalaman yang lebih dipersonalisasi di seluruh layanan Google.
Google Maps menggunakan data ini untuk melacak tempat-tempat terkini yang pengguna kunjungi, ulas, bagikan, atau telusuri.
Cara hapus riwayat Google Maps dari aplikasi
- Buka aplikasi Google Maps di ponsel, dan masuk. Selanjutnya, ketuk ikon Account di sudut kanan atas dan pilih Settings.
- Di bawah menu Settings, pilih Maps history.
- Dari halaman ini, pengguna dapat melihat aktivitas, menghapusnya secara manual, atau memilih untuk menghapusnya secara otomatis. Di samping entri yang ingin dihapus, ketuk ikon X dan Delete untuk mengonfirmasi keputusan.
Cara hapus riwayat Google Maps dari komputer
- Buka Google Maps di browser web, lalu klik Menu di pojok kiri atas. Dari sana, klik Maps activity.
- Dari sini, pengguna dapat melihat aktivitas, menghapusnya secara manual, atau memilih untuk menghapusnya secara otomatis menggunakan kontrol tertentu.
- Pengguna akan menemukan lokasi yang baru-baru ini dikunjungi tercantum di bawah dan dapat menghapusnya dengan mengeklik ikon X dan memilih Delete.
- Untuk menghapus perjalanan atau lokasi sebelumnya, pengguna dapat mencarinya atau memilih rentang tanggal dengan mengeklik menu Delete di sisi kanan Filter by date.
2. Cara menghapus semua atau sebagian riwayat Google Maps
Baca Juga: Cara Mematikan Safe Search di Google, Tampilkan Semua Hasil!
Jika pengguna tidak ingin Google Maps merekam di mana pun pengguna pernah berada, pengguna dapat menghapus seluruh riwayat. Perlu diketahui bahwa menghapus semua riwayat Google Maps tidak menghapus tempat yang pernah pengguna simpan, bagikan, atau ulas.
Cara hapus riwayat Google Maps dari aplikasi
- Buka aplikasi Google Maps di perangkat Android dan masuk. Selanjutnya, ketuk Account Circle di pojok kanan atas dan pilih Settings.
- Di bawahnya, pilih Maps history.
- Di sini, pengguna akan menemukan pengaturan Maps Activity. Ketuk Delete untuk menurunkan menu rentang waktu berbeda yang dapat dihapus.
- Jika pengguna memilih Auto delete, Google akan menghapus riwayat peta setiap 18 bulan, sehingga pengguna tidak perlu melakukannya secara manual setiap saat.
Cara hapus riwayat Google Maps dari komputer
- Buka Google Maps di browser web, lalu klik Menu di pojok kiri atas. Dari sana, klik Maps activity.
- Dari sini, pengguna dapat melihat aktivitas, menghapusnya secara manual, atau memilih untuk menghapusnya secara otomatis menggunakan kontrol tertentu.
- Pertama, klik menu Delete di samping bagian Filter by date untuk menghapus semua riwayat.
- Terakhir, pilih All Time > Delete. Pengguna dapat kembali ke halaman ini untuk mengatur penghapusan otomatis riwayat Maps.
Itulah langkah-langkah yang dapat pengguna lakukan untuk menghapus riwayat Google Maps.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!