Suara.com - Player di rank tinggi kerap mengandalkan hero OP yang berbeda dengan pemilik akun tier rendah. Berikut terdapat Fighter yang kerap diremehkan player Epic namun sangat mematikan di Mythical Glory Mobile Legends Season 32.
Sebagai informasi, player Epic kerap mengandalkan hero populer seperti Hanabi, Dyrroth, Vexana, Alpha, dan Nana. Meski Hanabi sangat laku di rank Epic, namun player Mythical Glory mengandalkan Marksman yang berbeda.
Mereka lebih memilih hero MM OP seperti Moskov, Claude, dan Karrie. Tak hanya pemilihan Marksman, player Mythical Glory juga memiliki preferensi berbeda saat mem-pick hero Fighter.
Hero yang akan dibahas di sini terhitung OP (Over Power) apabila berada di tangan pemain Mythical Glory. Sering diremehkan player Epic, Freya adalah Fighter yang mematikan pada rank tinggi.
Berdasarkan statistik in-game MLBB, Freya memiliki Win Rate 59,48 persen di Mythical Glory. Win Rate Freya hanya kalah dari Masha (59,66 persen) dan Mathilda (61,34 persen).
Pada rank Legend ke bawah, Freya tak masuk dalam 50 besar hero dengan Pick Rate tertinggi. Meski begitu, Freya masuk 15 besar hero paling banyak dipilih oleh player Mythical Glory. Freya sangat fleksibel karena bisa ditempatkan di EXP Lane, Gold Lane, dan Jungle.
ONIC Kelra bahkan sempat memakai Freya Gold Lane di MPL PH Season 13 beberapa waktu lalu. Sebagai pengingat, Moonton mengurangi sebagian besar HP dasar para Marksman menjelang Season 32. Ini membuat beberapa hero non-Marksman seperti Harith, Argus, Freya, Zilong, hingga Sun mampu mengimbangi MM di Gold Lane.
Tak hanya itu, sebagian Fighter itu sangat ganas untuk menekan Marksman sejak early-game. Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, dan Golden Staff juga mendapat Nerf sehingga META Marksman Attack Speed tak sesakit musim lalu.
Freya sendiri merupakan tipikal hero late-game. Ia adalah satu dari sedikit Fighter yang mampu membalikkan keadaan pada menit-menit akhir.
Baca Juga: 5 Hero Fighter Paling Andal untuk Bantu Naik Peringkat Mobile Legends
Berkat pasif Power of Einherjar, Freya bisa menghasilkan kecepatan serangan dan Basic Attack menyakitkan. Skill satunya sangat efektif untuk menghajar hero dengan HP sedikit, terutama Marksman.
Spirit Combo dan Valkrie Descent membuat Freya mampu menghasilkan Physical Attack tinggi. Apabila sudah jadi, Freya dapat membunuh beberapa hero sekaligus di late-game.
Sebagai catatan, Freya rentan terhadap efek CC sehingga sang pilot harus memperhatikan timing. Pada rank Legend ke bawah, Win Rate Freya sangat rendah. Ini mungkin karena pengguna Freya tak bisa memilih timing yang tepat saat melakukan inisiasi atau merangsek ke formasi musuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan