Suara.com - Oppo mengumumkan kalau seluruh ponsel buatannya bakal dibekali teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), baik itu dari HP murah (entry level), menengah (mid-range), hingga premium (flagship).
Rencananya, fitur AI akan hadir di seluruh HP Oppo hingga akhir tahun 2024 mendatang. Ini pun termasuk fitur yang sudah ada maupun fitur baru yang akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.
Jika ini benar, maka teknologi AI generatif yang ada di HP Oppo bisa mencapai 100 fitur, sebagaimana dikutip dari Gadgets 360, Kamis (6/6/2024).
Oppo pun sudah membangun pusat penelitian dan pengembangan AI. Bahkan mereka sudah mengajukan lebih dari 5.399 paten AI di seluruh dunia.
Dari total keseluruhan, ada 3.796 paten yang fokus dalam pencitraan AI. Artinya, mereka lebih banyak fokus ke konten dari kamera seperti foto hingga video.
Selain itu, Oppo juga sudah bekerja sama dengan raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, serta produsen chipset seperti MediaTek dan Qualcomm untuk mengembangkan AI.
Beberapa bidang AI yang ingin dikembangkan kemampuannya meliputi pemrosesan gambar, visi komputer, teknologi ucapan, pemrosesan bahasa alami (NLP), dan pembelajaran mesin.
Perusahaan asal China itu pun memamerkan pengembangan model bahasa besar (LLM) buatan sendiri sejak tahun 2020. Ia juga mengklaim telah menerapkan LLM dengan 7 miliar parameter langsung ke ponsel.
Lebih lanjut Oppo menegaskan kalau fitur AI ini tidak menggunakan data pengguna untuk model pelatihan. Selain itu mereka juga bakal membangun sistem keamanan data dan perlindungan privasi yang kuat dan didukung sertifikasi dari pihak ketiga.
Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Realme C63, HP Murah Desain Kamera Boba Mirip iPhone
“Oppo telah berjanji untuk tidak menggunakan data pengguna untuk model pelatihan, dan membangun sistem keamanan data serta perlindungan privasi yang kuat yang didukung oleh sertifikasi pihak ketiga, enkripsi ujung ke ujung, dan teknologi komputasi rahasia untuk memastikan data pengguna tetap pribadi,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Harga dan Spesifikasi Realme C63, HP Murah Desain Kamera Boba Mirip iPhone
-
Axioo dan Intel Bangun Laboratorium AI untuk Pelajar
-
Temui Google, Menkominfo Sebut Teknologi AI Bisa Perangi Konten Judi Online
-
Ini Dia Alasan Xiaomi Tak Kunjung Rilis HP Lipat di Indonesia
-
HP Lipat Vivo Dipastikan Masuk Indonesia, Debut Jadi Pesaing Samsung-Oppo
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan