Suara.com - Bus Simulator Indonesia atau BUSSID merupakan salah satu game simulator populer di HP Android. Berikut terdapat penjelasan mengenai cara menghilangkan iklan di BUSSID.
Sebagai informasi, Bus Simulator Indonesia sudah meluncur sejak 2017 di Play Store. Game ini cukup populer mengingat jumlah unduhannya mencapai 100 juta kali.
Meski begitu, tak sedikit dari pemain yang memberikan ulasan bintang satu terhadap game tersebut. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan banyaknya iklan pada BUSSID.
"Gamenya bagus dan realistis. Tapi terlalu banyak iklan. Pas mulai muncul iklan, berangkat ada iklan, ngerjain misi pariwisata ada iklan lagi," tulis H**an*h.
"Dulu suka banget game ini. Sekarang bikin emosi, dikit-dikit iklan. Kalau 3-5 detik masih wajar. Lah ini 30 detik, tiap pindah tempat iklan mulu," komentar Zi**a M**lafi.
Pada game dengan banyak iklan, biasanya developer menyediakan versi berbayar dengan melakukan top-up. Meski begitu, developer BUSSID tak menyediakan fitur semacam itu.
Ini berarti, para pemain harus rela dijejali iklan meski sebagian dari mereka merasa terganggu. Berikut penjelasan mengenai cara menghilangkan iklan di BUSSID:
- Buka menu Settings atau Pengaturan pada smartphone
- Klik Koneksi dan Berbagi
- Pilih opsi DNS Pribadi atau DNS Privat
- Pada menu 'DNS yang Ditetapkan' isi alamat DNS "dns.adguard.com" atau "us.adhole.org"
Apabila cara di atas tak berhasil, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi pihak ketiga bernama "DNS Changer - IPv4 & IPv6".
Meski mengaktifkan fitur tersebut, kalian masih bisa melihat iklan secara manual di ikon bergambar hadiah. Dengan melihat iklan, player akan memperoleh 'upah nyeper' sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu.
Baca Juga: Cara Mengedit Nama Lokasi di Google Maps Lewat Ponsel, Lengkap Tambah Label
Setelah terkumpul, uang tersebut bisa digunakan untuk membeli item dan aksesori di dalam game. Sebagai catatan, player memang harus menonton iklan untuk mendukung developer agar memperoleh pendapatan.
Pemblokiran iklan dapat dilakukan ketika pemain merasa terganggu dengan banyaknya iklan tanpa ada opsi berbayar untuk menghilangkan iklan. Harus digarisbawahi, cara di atas tak perlu dilakukan jika nanti developer sudah mengatur iklan sehingga tampilannya tidak mengganggu (masih dalam batas wajar).
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar