Suara.com - Setelah lamanya penantian perilisannya, akhirnya Huawei mengungkap informasi mengenai HarmonyOS NEXT Beta. Sebelumnya, sistem operasi garapan perusahaan tersebut sempat diperkenalkan dalam gelaran Huawei Developer Conference (HDC) tahun 2023 lalu.
Sistem operasi versi baru yang lebih segar serta diberi nama HarmonyOS NEXT Beta ini akhirnya kembali muncul dalam gelaran Huawei Developer Conference (HDC) tahun 2024.
Dilansir dari GSM Arena, HarmonyOS NEXT Beta tidak lagi bergantung pada Android. Sistem operasi ini akan sepenuhnya bekerja sama dengan menggunakan sistem Linux.
HarmonyOS NEXT Beta nantinya didasarkan pada OpenHarmony yang adalah sistem operasi berbasis mikrokernel. Di sisi lain, HarmonyOS NEXT memiliki HarmonyOS microkenel yang membuatnya ciamik.
Sistem operasi ini hanya mendukung aplikasi APP asli melalui Ark Compiler dengan dukungan inti Huawei Mobile Services (HMS). Secara sederhana, aplikasi di sistem operasi ini tidak memiliki kompatibilitas dengan aplikasi dan file Android APK.
Secara tampilan, HarmonyOS NEXT nampak sama dengan sistem operasi lainnya namun hanya tersedia dalam versi mobile. Kemungkinan di beberapa waktu mendatang, sistem operasi ini akan tersedia untuk seluruh perangkat.
HarmonyOS NEXT disebut-sebut memiliki kecepatan konektivitas tinggi yang meningkat hingga 3 kali dan menghasilkan koneksi yang lebih cepat antar perangkat.
Konsumsi daya secara keseluruhan di HarmonyOS NEXT juga berkurang sebesar 20 persen. Fitur menonjol lainnya adalah arsitektur terpadu tanpa batas yang memadukan lokal dan cloud.
HarmonyOS NEXT Beta disebut-sebut akan rilis secara khusus di China nantinya. Sayangnya, Huawei masih belum mengungkap kapan sistem operasinya ini akan dirilis resmi.
Baca Juga: Huawei Berhasil Kalahkan Apple, Pertama Kali Dalam Sejarah
Berita Terkait
-
Keunggulan Huawei MatePad 11.5 S, Tablet Baru yang Segera Hadir di Indonesia
-
5 Rekomendasi Smart Band Murah dan Berkualitas Terbaik Juni 2024, Harga Mulai Rp 200 Ribuan
-
HP Lipat Tiga Huawei Dinilai Ambisius, Hadapi Beberapa Tantangan
-
Cara Instal Google di HP Huawei
-
Pertama Kalinya, Jumlah Pengguna HarmonyOS Mampu Lampaui iOS
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan