Suara.com - Tecno Pova 6 Pro debut global pertama kali melalui acara Mobile World Congress (MWC) Februari lalu. Usai perilisan di pasar global, HP Tecno Pova 6 Pro diyakini bakal masuk ke Indonesia.
Kabar kedatangan HP baru Tecno mencuat usai Pova 6 Pro terdaftar di laman resmi P3DN Kemenperin. PT Carlcare Service Ila (salah satu bagian dari Transsion Group) mendaftarkan Pova 6 Pro ke P3DN Kemenperin pada kuartal kedua 2024.
Nomor model LI9 atau Tecno Pova 6 Pro telah mengantongi nilai TKDN sebesar 35,75 persen. Melalui laporan sebelumnya, Tecno Pova 6 Pro terdaftar di database sertifikasi resmi FCC (Amerika Serikat) dengan nomor model TECNO-LI9.
Mengingat nomor model sama, Tecno Pova 6 Pro yang meluncur ke Indonesia kemungkinan besar mempunyai spesifikasi mirip dengan versi internasional. Saat debut pertama kali, HP Tecno Pova 6 Pro mengandalkan chipset Dimensity 6080 dengan opsi RAM 8 GB atau RAM 12 GB.
Perusahaan hanya menyediakan satu model penyimpanan yaitu 256 GB. Sebagai pengingat, Tecno Pova 6 standar meluncur ke Indonesia dengan membawa dua varian memori. Deretan memori yang ditawarkan mencakup 8GB/256GB dan 12GB/256GB.
Masing-masing ponsel dibanderol sebesar Rp 2,8 juta dan Rp 3,2 juta. Harga Tecno Pova 6 Pro varian memori terendah (8GB/128GB) dibanderol sebesar 19.999 rupee atau Rp 3,8 juta di India.
Apabila masuk ke Indonesia, harga ponsel ini mungkin berkisar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 jutaan. Tecno Pova 6 Pro membawa layar AMOLED 6,78 inci beresolusi Full HD Plus (1080 x 2436 piksel) dengan refresh rate 120 Hz serta kecerahan puncak 1.300 nits.
Fitur lainnya mencakup tiga kamera belakang (108 MP + 2 MP + 0,08 MP), sensor selfie 32 MP, baterai 6.000 mAh, dan fast charging 70 W. Berdasarkan pengujian AnTuTu versi 10, Tecno Pova 6 Pro mencetak skor performa 437.214 poin. Skor performanya sedikit lebih kencang dibanding Helio G99 Ultimate milik Pova 6 standar.
Baca Juga: Oppo dan Realme Kompak Siapkan HP Tahan Banting, Harganya Murah
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran