Suara.com - Huawei nampak serius mengembangkan sistem operasi yang mandiri usai menerima sanksi dari pemerintah Amerika Serikat. Perusahaan baru-baru ini mengenalkan sistem operasi teranyar bernama HarmonyOS Next.
Seperti namanya, itu adalah versi peningkatan dari HarmonyOS generasi pendahulu. Berdasarkan pengumuman perusahaan, versi HarmonyOS diklaim telah terinstal pada lebih dari 900 juta perangkat di seluruh dunia.
HarmonyOS Next kabarnya akan membawa peningkatan di sektor gaming. Terdapat lebih dari 40 game yang dirancang khusus pada OS. Dikutip dari Gizchina, HarmonyOS Next merupakan perubahan besar bagi Huawei.
Perusahaan beralih dari Android untuk menciptakan sistemnya sendiri. Perubahan ini dapat menawarkan lebih banyak kontrol dan inovasi, tetapi juga berarti beberapa tantangan, terutama dengan kompatibilitas game.
Terlepas dari tantangan tersebut, Huawei mengklaim bahwa HarmonyOS Next akan memberikan pengalaman bermain game yang luar biasa.
Menambahkan game ke HarmonyOS Next merupakan bagian penting dari strategi Huawei untuk bersaing dengan raksasa teknologi lainnya. Dengan membangun ekosistem game yang kuat, Huawei berharap dapat menarik lebih banyak pengguna dan meningkatkan posisinya di pasar smartphone.
Huawei terlihat bekerja keras dalam meningkatkan pengalaman pengguna dengan HarmonyOS Next. Mereka telah melakukan pembaruan pada aplikasi seperti Maps, pemutar musik, media sosial, dan alat fotografi.
Desain aplikasi ini, termasuk aplikasi File Explorer dan Weather, dimaksudkan agar mudah digunakan dan berfungsi dengan baik di berbagai perangkat.
Huawei resmi merilis HarmonyOS Next versi beta 2 untuk pengembang. Versi ini berfungsi pada HP flagship seperti Huawei Mate 60, Mate X5, dan MatePad Pro. Versi lengkap HarmonyOS Next diharapkan akan meluncur pada akhir tahun ini. Bersamaan dengan Huawei Mate 70 series yang baru.
Baca Juga: Bocoran Kirin 9100, Setara dengan Snapdragon 8 Gen 2?
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis