Suara.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) dilaporkan sedang mempertimbangkan pembubaran Google secara drastis. Menurut laporan Bloomberg, perusahaan teknologi raksasa itu diketahui telah memonopoli pasar pencarian online secara ilegal.
Dilansir dari Gizmochina pada Kamis (15/8/2024), DoJ sedang mempertimbangkan beberapa solusi potensial, termasuk opsi paling agresif yaitu memecah perusahaan menjadi entitas yang lebih kecil.
Selain itu, Google juga dipaksa untuk berbagi lebih banyak data dengan pesaingnya, menerapkan pembatasan pada pengembangan AI, dan melarang kontrak eksklusif yang memicu dominasinya.
Kasus ini berpusat pada praktik Google dengan Android, Chrome, dan AdWords, di mana kontrak eksklusif perusahaan dengan produsen perangkat telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan regulator.
DoJ sangat khawatir mengenai bagaimana dominasi penelusuran Google dapat berdampak pada persaingan di sektor AI yang berkembang pesat.
Jika perpecahan terus berlanjut, Google mungkin terpaksa harus menjual Android, Chrome, atau AdWords. Langkah seperti ini akan mempunyai dampak luas bagi industri teknologi dan konsumen.
Meskipun Google berencana untuk mengajukan banding atas keputusan pengadilan, perusahaan tersebut menghadapi banyak tantangan.
Potensi pecahnya Google merupakan pengingat akan meningkatnya pengawasan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar dan tekad pemerintah untuk mendorong persaingan yang sehat.
Baca Juga: Reaksi Google Soal Heboh Pemalsuan Data Google Bisnis di Hotel-Hotel Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118
-
45 Kode Redeem FF Terbaru 20 Juni 2026: Spesial Diskon 90% Kampus Icon dan Panen Token Eclipse