Suara.com - Pengguna pasti pernah mendapatkan tautan atau link palsu melalui SMS, WhatsApp, atau email. Jika pengguna tidak sengaja mengkliknya, jangan panik dan segera melakukan langkah yang tepat untuk mengurangi potensi kerugian.
Dilansir dari Gizchina pada Kamis (22/8/2024), berikut ini hal-hal yang harus pengguna lakukan jika tak sengaja mengklik tautan penipuan di ponsel:
Jika pengguna memasukkan data pribadi
Jika pengguna memasukkan informasi pribadi apa pun, seperti kredensial bank atau data sensitif lainnya, ke situs web palsu, diperlukan tindakan segera. Inilah yang harus pengguna lakukan:
- Ubah kata sandi: Jika pengguna memasukkan nama pengguna, kata sandi, atau detail bank, segera ubah kata sandi ntuk semua layanan yang terpengaruh. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun.
- Beritahu bank: Jika pengguna memberikan informasi bank, segera hubungi bank untuk melaporkan potensi penyusupan.
- Pantau rekening: Periksa laporan bank dan rekening online secara teratur untuk mengetahui adanya transaksi atau perubahan yang tidak sah. Laporkan aktivitas mencurigakan apa pun ke bank atau penyedia layanan.
Jika pengguna mengunduh perangkat lunak berbahaya
Beberapa situs web palsu meminta pengguna mengunduh dan menginstal aplikasi berbahaya. Aplikasi ini dapat menimbulkan konsekuensi yang parah, seperti menyadap kode verifikasi atau mengakses informasi sensitif. Inilah yang harus dilakukan jika pengguna telah memasang aplikasi semacam itu:
- Copot pemasangan aplikasi: Jika pengguna belum membuka aplikasi, cukup copot pemasangannya dari perangkat. Namun jika pengguna sudah membukanya, mungkin ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan.
- Ubah kata sandi: Perbarui kata sandi pengguna untuk akun-akun penting, terutama yang terkait dengan perbankan online atau informasi sensitif.
- Factory reset: Jika pengguna mencurigai aplikasi tersebut mungkin telah menyusupi perangkat, lakukan factory reset. Ini akan menghapus semua data dan aplikasi dari ponsel.
- Periksa aktivitas berbahaya: Setelah mencopot pemasangan aplikasi atau melakukan penyetelan ulang, pantau akun dan ponsel untuk mengetahui adanya aktivitas yang tidak biasa.
Terlepas dari situasi spesifik yang dialami pengguna, melaporkan pesan penipuan dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Sebagian besar aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, menawarkan opsi untuk melaporkan upaya spam atau phishing. Pelaporan membantu meningkatkan sistem deteksi spam dan melindungi pengguna lain dari ancaman serupa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D
-
Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox
-
Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?
-
Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
-
Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium
-
7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031