Suara.com - Nama Pavel Durov sedang jadi perbincangan hangat di berbagai belahan dunia,termasuk Indonesia. Pasalnya bos Telegram ini dikabarkan ditangkap pihak berwenang Prancis. Nah bagi yang ingin mengenalnya, berikut ini profl Pavel Durov.
Ramai diberitakan penangkapan Pavel Durov oleh Polisi Prancis saat Ia tiba di bandara utara Paris. Penangkapan tersebut dilakukan sesuai dengan surat perintah atas kurang moderasi pada aplikasi Telegram.
Kurangnya moderasi pada Telegram ini menyebabkannya aplikasi ini banyak digunakan untuk berbagai aktifitas criminal seperti pencucian uang, penipuan, perdagangan narkoba, dan konten seksual anak atau konten pedofilia.
Seiring dengan ramainya pemberitaan Pavel Durov, mari simak juga berikut ini profil Pavel Durov lengkap dengan riwayat karier dan kontorversinya yang dilansir dari berbagai sumber.
Profil dan Karier Pavel Durov
Pavel Durov merupakan pria kelahiran Rusia pada 10 Oktober 1984. Meskipun lahir di Tanah Rusia, namun Pavel Durov sebagian besar menghabiskan masa kecilnya di tempat ayahnya bekerja, yakni di Turin, Italia,
Pavel Durov tercatat pernah mengenyam pendidikan di Saint Petersburg State University program Fisika dan Matematika. Ia lulus dari kampus tersebut pada tahun 2006. Masih di tahun yang sama, Ia juga mendirikan VKontakte bersama Ilya Perekopsky.
Setelah mendirikan VKontakte (VK), kariernya pun mulai merangkak naik. Bahkan penggunaan Platform mencapai 400 juta lebih sehingga menjadikannya sebagai media sosial terbesar di Rusia. Namun pada 2014, Ia memilih mengundurkan diri dari VK dari pergi dari Rusia.
Setelah pergi dari Rusia, pada tahun 2013 Durov pun merilis Telegram. Aplikasi ini merupakan pesan instan yang mengutamakan privasi dan keamanan penggunanya. Secara cepat Telegram pun meraih popularitas dengan fitur-fitur inovatifnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Penyebar Video Pornografi Anak Lewat Aplikasi Telegram
Kontroversi Pavel Durov
Seiring dengan popularitasnya sebagai bos Telegram, rupanya Pavel Durov juga memiliki sejumlah kontroversi. Adapun salah satu kontroversinya yaitu Ia pergi dari Rusia pada tahun 2014 karena menolak untuk komunitas oposisi di platform miliknya, VKontakte.
Selain itu, kontroversi lainnya yang membuat Pavel Durov memilih meninggalkan Rusia karena dirinya enggan untukkerja sama dengan dinas rahasia Rusia. Ia juga menolah menyediakan data terenkripsi pengguna media sosial VKontakte.
Kontroversi lainnya yaitu saat ini Durov tengah ditahan oleh pihak keamanan Prancis. Penahanan tersebut dilakukan atas surat perintah karena kurangnya moderasi pada Telegram ini menyebabkannya memicu munculnya berbagai aktifitas criminal di platform tersebut.
Demikian ulasan mengenai profil Pavel Durov lengkap dengan informasi kenapa Ia ditahan, riwayat karier dan berbagai kontroversinya. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 19 Mei 2026: Ada Trik Dapat 100 Diamond Gratis dan Undersea Bundle
-
Terpopuler: 5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Pemilk The Economist yang Kritik Prabowo
-
Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global
-
Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam
-
iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta