Suara.com - Erina Gudono dan Kaesang Pangarep hingga kini masih disorot warganet perihal penggunaan jet pribadi. Hal ini bermula ketika Erina Gudono dan sang suami pergi ke Amerika Serikat untuk mengurus pendidikan S2.
Baru-baru ini, Menkominfo Budi Arie buka suara mengenai penggunaan pesawat jet dan dugaan gratifikasi. Namun, Ketua Umum Relawan Pro Jokowi tersebut menyebut bahwa tindakan itu bukanlah gratifikasi karena difasilitasi oleh teman Kaesang.
Tak hanya itu, Budi Arie juga mengatakan jika kehamilan Erina Gudono yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka menggunakan jet pribadi.
"Satu, istrinya Mas Kaesang itu kan hamil sudah 8 bulan. Kan nggak boleh naik angkutan umum, pesawat umum mana boleh?" ujar Budi Arie ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (10/9/2024).
Pernyataan tersebut mengundang amarah warganet. Pasalnya, sebagian besar warganet menilai jika hal itu tidak bisa dibenarkan dan membandingkan Erina Gudono dengan ibu-ibu hamil lainnya yang masih menggunakan angkutan umum untuk beraktivitas sehari-hari.
Sebagai contoh, moda transportasi umum seperti TransJakarta dan KRL telah mengeluarkan pin khusus untuk ibu hamil. Artinya, para ibu hamil yang menggunakan pin tersebut akan mendapatkan kursi prioritas.
Selain itu, beberapa warganet juga menjelaskan jika ibu hamil diperbolehkan menggunakan pesawat komersil dan melakukan penerbangan dengan syarat memiliki surat keterangan sehat dari dokter kandungan.
"Ah elah emang penyakit pejabat, ngirain rakyat bodoh nih nyebelin banget deh. Pake alasan orang hamil tua nggak bisa naik angkutan umum segala. Emangnya yang hamil di dunia ini istrinya Kaesang doang," tulis akun @nabiy*******
"Nama temennya Kaesang siapa pak? Perasaan banyak ibu-ibu hamil naik pesawat biasa, naik angkot, naik TransJakarta, naik KRL. Urgensi Erina nggak bisa naik angkutan umum apaan? Lebay banget," komentar @ishla*_*****
"Siapa bilang orang hamil nggak bisa naik angkutan umum? Aneh-aneh aja nih Menkominfo kalau ngomong. Saya dulu waktu hamil muda juga naik angkutan umum. Kalau naik pesawat cuma perlu surat keterangan dokter untuk menyatakan kandungan sehat dan bisa terbang," tambah @febri****_**
"Erina hamil nggak bisa naik angkutan umum? Kalau gitu berarti mulai sekarang semua ibu hamil dapet fasilitas jet pribadi gratis loh ya," sahut @cucu***********
"Puluhan juta wanita hamil di Indonesia, pada bernagkat aktivitas naik sepeda, motor, becak, jalan kaki, dempet-dempetan di KRL, desek-desekan di bis. Lo nggak spesial," timpal @ayu**********
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan