Salah satu yang kami soroti dari layar ini ternyata cukup terang saat dipakai di bawah sinar matahari. Jadi untuk kalian yang memang banyak beraktivitas di luar ruangan, akan sangat puas saat memakai ponsel kelas mid-range ini.
Kamera
Realme 13 Pro+ 5G mengusung kamera utama Sony LYT-701 50MP dengan fitur optical image stabilization (OIS), periskop Sony LYT-600 50MP OIS, dan kamera ultra wide 8MP di bagian belakang. Sedangkan kamera depannya beresolusi 32MP yang juga sensor dari Sony.
Sektor inilah yang menjadi bintang utama dari keunggulan Realme 13 Pro+ 5G. Kerja sama Realme dengan Sony yang menghadirkan sensor Lytia tampaknya tidak sia-sia.
Saat kondisi siang hari, kamera belakang Realme 13 Pro+ 5G mampu menghasilkan foto yang ciamik. Detailnya tajam, warna akurat, kontras langit dan objek seperti bangunan juga tetap bagus.
Untuk kamera periskop yang bisa zoom hingga 6 kali, lensa Realme 13 Pro+ 5G ini juga bisa mengambil objek jarak jauh dengan cukup tajam. Bahkan kamera periskop Sony LYT-600 50MP ini juga bisa mengambil foto dengan zoom 120x, meskipun hasilnya memang kurang memuaskan karena terkesan dipaksa full.
Kami agak terkejut dengan hasil kamera ultrawide 8MP Realme 13 Pro+ 5G ini. Biasanya sektor ini seperti anak tiri, tapi nyatanya masih cukup tajam saat mengambil foto dengan angle lebar. Ketajamannya tetap dijaga, kontras warna pun masih sesuai.
Tatkala dicoba di kondisi malam hari dengan cahaya minim, hasil kamera Realme 13 Pro+ 5G juga tetap kinclong. Objek lampu warna-warni tetap mantap, tidak kontras juga dengan cahaya di sekitar.
Lanjut di kamera selfie, lensa 32MP Realme 13 Pro+ pun tetap oke. Perpaduan warna di sekitar tidak mengesampingkan objek muka saat difoto. Mode portrait sih yang paling kami suka, bisa tetap fokus di objek dengan memburamkan sekitarnya.
Baca Juga: Review When the Past was Around Mobile, Game Teka-Teki Beralunan Musik
Nah mungkin yang perlu disorot dari kamera ini adalah performa software, khususnya AI. Hasil foto saat opsi 'ProXDR' nyala kadang membuat objek lampu di gedung terlihat lebih terang dari aslinya.
Justru ketika 'ProXDR' dimatikan, hasil fotonya malah lebih bagus. Realme sepertinya perlu update software agar pengguna bisa leluasa menggunakan mode ini atau tidak, soalnya opsi itu otomatis terpakai dan tidak bisa dimatikan.
Oh ya kamera Realme 13 Pro+ 5G ini juga menyediakan banyak fitur AI seperti AI Ultra Clarity untuk membuat foto lebih jernih apabila buram, AI Smart Removal untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dalam foto, hingga AI Group Photo Enhance untuk menjernihkan foto berisi banyak orang.
Berikut hasil kamera Realme 13 Pro+ 5G:
Performa dan Baterai
Realme 13 Pro+ 5G diperkuat prosesor Snapdragon 7s Gen 2 yang dipasangkan dengan RAM 12GB dan ROM 512GB. Sistem operasinya sudah Realme 5.0 berbasis Android 14.
Saat diuji di Antutu versi 10, Realme 13 Pro+ 5G mendapatkan skor 685.812. Sedangkan di Geekbench 6 skornya tertulis 839 untuk single core dan 2.826 untuk multi core.
Performa ini kami uji lagi lewat game Mobile Legends: Bang-Bang hingga Genshin Impact. Meskipun skornya tergolong standar untuk HP kelas Rp 6 jutaan, Realme 13 Pro+ masih cukup bisa diandalkan untuk kinerja game.
Di game Mobile Legends misalnya, ponsel ini bisa menjalankan opsi Frame Rate 'Super' dan Grafis 'High', belum sampai ke 'Ultra'. Tetapi saat dimainkan selama 45 menit, grafisnya masih lancar dan tidak sampai ke patah-patah.
Untuk Genshin Impact yang merupakan game berat, Realme 13 Pro+ memang hanya mampu menjalankan opsi Graphics 'Low' dengan Custom 'Medium'. Ya masih dimaklumi lah ya karena prosesornya memang untuk kelas mid-range.
Terkait baterai, Realme 13 Pro+ 5G ini memiliki kapasitas besar hingga 5.200mAh yang dipasangkan dengan charger SuperVOOC 80W.
Daya ini bisa tahan seharian untuk pemakaian kami yang cukup berat seperti edit video, ambil foto dan video untuk kebutuhan liputan, scroll media sosial, hingga browsing internet.
Nah kalau untuk pemakaian game Mobile Legends sekitar 45 menit, baterainya habis sekitar 14 persen. Sedangkan untuk Genshin Impact sekitar 33 menit, baterainya berkurang 10 persen.
Adapun kecepatan charger 80W ini bisa mengisi daya ponsel dari 0-100 persen sekitar satu jam. Namun kami biasa memilih mode pengisian daya aman agar umur baterai lebih awet, meskipun sedikit lebih lama.
Fitur-fitur lainnya yang ada di Realme 13 Pro+ 5G yakni dual SIM, 5G, sensor sidik jari dalam layar, NFC 360 derajat, dual speaker, rating IP65 untuk tahan percikan air dan debu, dual speaker, hingga rainwater smart touch yang membuat layar tetap bisa diakses meskipun jari dalam kondisi basah.
Kesimpulan
Sektor fotografi mumpuni untuk ponsel dengan harga miring sepertinya menjadi langkah baru yang ingin dijajal Realme. Keseriusan mereka pun terbukti lewat Realme 13 Pro+ 5G.
Kamera periskop, yang bisa zoom hingga 120 kali, kini tak lagi ada di ponsel belasan juta. Untuk kalian para pecinta fotografi ponsel, cukup merogoh kocek Rp 6 jutaan buat ambil Realme 13 Pro+ 5G.
Kerja sama Realme dengan Sony Lytia sejauh ini membuahkan hasil. Kamera utama Sony LYT-701 50MP, periskop Sony LYT-600 50MP, dan ultrawide 8MP di Realme 13 Pro+ 5G menghasilkan foto memuaskan dalam kondisi siang dan malam dalam kondisi luar ruangan.
Fitur AI yang ada di kameranya juga bisa menambah kreasi kamu buat para pecinta fotografi smartphone. Ya meskipun pengaruh AI ini kadang membuat hasil foto berlebihan, tapi sepertinya tak akan bermasalah untuk kalian yang memang suka mengulik gambar.
Satu hal lagi yang kami suka dari Realme 13 Pro+ 5G adalah desainnya yang kini makin terlihat premium. Balutan warna emas dalam varian warna Monet Gold, motif panel belakang yang mirip seperti pasir di pantai, bakal membuat siapapun berpaling dengan kemewahannya.
Tapi Realme 13 Pro+ 5G mungkin tak akan cocok bagi mereka yang maniak gaming. Prosesornya yang 'hanya' Snapdragon 7s Gen 2 membuat performanya sekadar 'cukup' saja.
Buat kamu yang tertarik dengan Realme 13 Pro+ 5G, harganya dibanderol mulai dari Rp 6.499.000 untuk model 8/256GB dan Rp 6.999.000 untuk varian 12/512GB.
Berita Terkait
-
Review When the Past was Around Mobile, Game Teka-Teki Beralunan Musik
-
Realme One UI 6.0 Meluncur Tak Lama Lagi, Apa Saja yang Baru?
-
Review Film Sumala: Teror Berdarah dan Jumpscare Bikin Ngilu, tapi Spoilernya Kebangetan!
-
Review Film Tuesday: Ketika Kematian Datang dalam Bentuk Burung Macaw
-
Review The Superhero League 2, Game Seru Lawan Penjahat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA