Suara.com - Nada dering asli Nokia, yang pernah mendominasi era ponsel di awal 2000-an, kembali menjadi sorotan setelah seorang musisi di TikTok mengungkapkan asal usulnya.
Alexandra Whittingham, seorang gitaris, memainkannya di gitarnya sambil membagikan kisah di balik nada dering ikonik tersebut.
Menyadur dari Unilad, pada Oktober tahun lalu, Whittingham mengunggah video di TikTok yang mengajak para penontonnya bernostalgia dengan memainkan nada dering Nokia.
Namun, bukan sekadar memainkan, ia juga mengungkap bahwa nada dering tersebut memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dari yang mungkin diketahui banyak orang.
Sejarah Nada Dering Nokia
Ternyata, nada dering Nokia, yang juga dikenal sebagai 'Grande Valse', berasal dari karya gitar solo berjudul Gran Vals karya Francisco Tárrega yang dibuat pada tahun 1902. Nada dering ini sebenarnya hanya merupakan potongan singkat dari komposisi Tárrega, tetapi berhasil menjadi simbol ponsel Nokia yang mendunia.
Nada dering tersebut pertama kali digunakan pada iklan ponsel Nokia 1011 pada tahun 1992 dan pada tahun 1999, nama Grande Valse diubah menjadi “Nada Dering Nokia”, mengukuhkan posisinya dalam sejarah teknologi.
Reaksi Pengguna TikTok
Penampilan Whittingham di TikTok berhasil memicu nostalgia di antara para pengikutnya. Banyak yang tidak menyadari bahwa nada dering yang mereka kenal dari ponsel Nokia memiliki hubungan dengan karya musik klasik.
Baca Juga: Nomor HP yang Tertaut di Akun Fufufafa Dipakai Gibran hingga 2022, Masih Aktif?
"Nada dering Nokia begitu ikonik, rasanya sangat berbeda dari karya aslinya," ujar seorang pengguna TikTok di kolom komentar. Pengguna lain menambahkan, "Saya baru saja memeriksa saku saya karena mendengar bunyi itu."
Beberapa bahkan berbagi pengalaman mereka dalam belajar gitar klasik dan merasa terkejut bahwa musik yang mereka kenal sebagai nada dering ternyata adalah karya seorang maestro gitar. "Saya sudah memainkan karya Tárrega sejak kecil, dan baru sekarang saya tahu ini!" ujar seorang pengguna TikTok.
Pilihan Musik Nokia: Faktor Hak Cipta
Salah satu alasan mengapa Nokia memilih karya Tárrega sebagai nada dering adalah karena hukum hak cipta di Eropa. Menurut laporan dari Classic FM, Nokia memilih musik dari seorang komposer yang telah meninggal lebih dari 70 tahun sebelumnya, sehingga bebas dari komplikasi hak cipta yang mahal. Tárrega, yang meninggal pada 1909, menjadi pilihan yang sempurna untuk digunakan secara bebas oleh Nokia.
Nada dering Nokia, meskipun hanya potongan singkat dari sebuah karya musik klasik, telah mengukir sejarahnya sendiri dalam dunia teknologi. Asal usulnya yang tidak banyak diketahui orang kini menjadi perbincangan, menghubungkan dunia teknologi modern dengan warisan musik klasik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan
-
Sukses Usai Debut, Capcom Siap Kembangkan IP Pragmata Lebih Lanjut
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
5 HP RAM 12 GB Paling Murah, Performa Top untuk Pemakaian Lama
-
5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo