Suara.com - Pemerintah Kanada resmi melarang TikTok berbisnis di negaranya. Mereka memerintahkan aplikasi video pendek asal China itu untuk menutup kantor di Kanada.
Pemerintah Kanada beralasan kalau penutupan bisnis TikTok lantaran dianggap mengancam keamanan nasional. Aplikasi milik ByteDance itu diketahui memiliki kantor di Vancouver dan Toronto.
“Keputusan tersebut didasarkan pada informasi dan bukti yang dikumpulkan selama peninjauan dan atas saran dari komunitas keamanan dan intelijen Kanada serta mitra pemerintah lainnya,” kata François-Philippe Champagne selaku Menteri Inovasi, Sains, dan Industri Kanada, dikutip dari The Guardian, Jumat (8/11/2024).
Kendati begitu Champagne mengakui pemerintah tidak akan memblokir akses TikTok ke para warga Kanada. Pengguna di sana masih bisa mengunggah konten di platform tersebut.
Ia hanya meminta masyarakat Kanada untuk berhati-hati menggunakan aplikasi TikTok. Pengguna juga disarankan untuk mempelajari bagaimana aplikasi tersebut mengelola informasi data pribadi.
“Penting bagi warga Kanada untuk menerapkan praktik keamanan siber yang baik dan menilai kemungkinan risiko penggunaan platform dan aplikasi media sosial, termasuk bagaimana informasi mereka kemungkinan dilindungi, dikelola, digunakan, dan dibagikan oleh aktor asing,” kata Champagne.
Sementara itu Juru Bicara TikTok mengecam kebijakan penutupan operasional yang dilakukan Pemerintah Kanada. Menurutnya, hal ini al berdampak pada hilangnya ratusan pekerjaan.
Bahkan mereka siap menuntut balik Pemerintah Kanada di pengadilan.
“Menutup kantor TikTok di Kanada dan menghancurkan ratusan pekerjaan lokal yang bergaji tinggi bukanlah kepentingan terbaik siapa pun, dan perintah penutupan hari ini akan melakukan hal itu. Kami akan menentang perintah ini di pengadilan. TikTok menanggapi masalah privasi data dengan sangat serius," ucap dia.
Baca Juga: Mengemis Digital di TikTok: Ketika Harga Diri Menjadi Komoditas
Diketahui sejumlah negara melarang TikTok dipakai oleh pegawai pemerintah dengan alasan mengancam keamanan negara. Para ASN yang dilarang menggunakan TikTok yakni Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, dan Australia.
Berita Terkait
-
Mengemis Digital di TikTok: Ketika Harga Diri Menjadi Komoditas
-
Viral Rumah Tangga Hancur karena TikTok, Ini Adab Bermedia Sosial untuk Pasutri dalam Islam
-
Link Send The Song Aman? Ini Cara Bikin Pesan Lagu yang Viral di TikTok
-
Viral di TikTok! Cara Kirim Pesan Rahasia Pakai Lagu Lewat Send the Song
-
Siapa Fajar Nugros? Soroti Kasus Gunawan Sadbor yang Ditangkap karena Konten TikTok
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek