Suara.com - Fenomena judi online (judol) marak dibicarakan di media sosial akhir-akhir ini. Usai mengetahui perputaran uang judol mencapai Rp 900 triliun, Susi Pudjiastuti mengaku sedih dan prihatin.
Sebagai informasi, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti terkenal aktif di X. Akun resmi Susi Pudjiastuti menanggapi pemberitaan dari salah satu media nasional yang menyebutkan bahwa perputaran uang judol mencapai ratusan triliun rupiah.
Pemilik Susi Air tersebut mengunggah emoticon marah dan sedih setelah tahu jumlah pengguna judi online di Indonesia. Ia bahkan me-mention akun Presiden RI Prabowo Subianto agar menghentikan judi online.
"Pak Presiden Prabowo, hentikan semuanya," tulis Susi Pudjiastuti dikutip pada Sabtu (23/11/2024). Postingan milik Susi Pudjiastuti viral setelah direpost 8.600 dan memperoleh 45 ribu tanda suka.
Tak sedikit netizen yang meminta agar Susi Pudjiastuti kembali ke pemerintahan agar dapat 'menenggelamkan' tersangka judi online.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan sebelumnya mengungkap bahwa perputaran uang dari judi online mencapai Rp 900 triliun.
Ia turut menjelaskan, kondisi saat ini cukup meresahkan dan darurat. Sangat besar, pemain judi online di Indonesia bahkan mencapai 8,8 juta orang.
Sebanyak 80 ribu di antaranya bahkan memiliki usia di bawah 10 tahun. Postingan Susi Pudjiastuti dalam menanggapi judol mendapat beragam komentar dari netizen.
"Berat bu, kasus Surabaya saja yang diduga melibatkan sindikat judol ada tanda-tanda tutup buku di kasus persekusi siswa aja," balas @A**9*0.
Baca Juga: Nissa Sabyan dan Ayus Menikah dengan Mahar 200 Ribu, Video Lawas 'Gelay' Viral Lagi
"Siapkan kapal perang dan tenggelamkan saja bu bandar judolnya," pinta @sr**a**uni.
"Mantap Bu Susi, ayo bersuara lantang kembali bersama rakyat," cuit @ja**k*li.
"Nggak bakal teratasi bu. Bekingan kuat, Konoha cuma berani nangkap pemain kecil, bandar besar ongkang-ongkang kaki," komentar @pi**je*i.
Berita Terkait
-
Akun X Wikipedia Bagikan Cerita Firaun Akhenaten yang Pernah Pindahkan Ibu Kota, Warganet: Kok Mirip Sama...
-
Jumlah Pemain Judi Online RI Tembus 8,8 Juta: 97 Ribu TNI/Polri, 80 Ribu Anak di Bawah Umur
-
Susi Pudjiastuti Merasa Tersindir Ridwan Kamil Bikin Guyonan Soal Janda: Mau Omong Apa Kau?
-
Rumah Rp 25 Juta Ini Menarik Perhatian Joko Anwar, Siap Berantem Sama Netizen
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan