Suara.com - Belum lama ini beredar video sejumlah santri yang berjongkok ketika akan menerima roti dari istri Gus Miftah, Ning Astuti. Momen ini menjadi viral hingga membuat publik kesal karenanya, usai viral, unggahan ini lalu menuai berbagai reaksi.
Video santri terima roti dari istri Gus Miftah sambil berjongkok ini diunggah oleh akun @MasBRO_back dan menjadi viral di laman X dan mendapat berbagai komentar di kolom balasan.
"Istri Miftah berbagi roti dengan para santri di Ponpes" tulis akun tersebut.
Dalam video yang diunggah, istri Gus Miftah, Ning Astuti berdiri di tengah sambil di sisi kiri dan kanannya nampak santri yang berjongkok sambil antri guna mendapat roti tersebut.
"Bu Nyai bagi-bagi roti kepada santri-santri" tulis keterangan video.
Di sisi lain, Ning Astuti terlihat sibuk membagi-bagikan roti yang ia siapkan untuk para santri tersebut. Cuitan mengenai aksi ini kemudian menjadi viral dan mendapat berbagai komentar usai viral di laman X beberapa waktu lalu.
Beberapa netizen menyamakan aksi istri Gus Miftah yang membagikan roti kepada santri yang antri sambil berjongkok ini dengan zaman penjajahan ketika VOC menguasai Tanah Air.
"Ngapain sampai jongkok-jongkok gitu deh? Yang ngomong adab gue tampol ya, sama orangtua sendiri aja gak gitu, ngapain sama orang asing kaya gitu?" balas netizen.
"Kaya zaman penjajahan" komentar akun lainnya.
"Ini reka adegan VOC dan pribumi ya?" ungkaap netizen.
"Ngasih anak santri apa ngasih budak? Gayamu lho buk" tulis akun lainnya.
Pemandangan tidak biasa ketika santri berjongkok untuk antri mendapat roti dari istri Gus Miftah ini membuat netizen geram. Banyak yang menyamakan momen tersebut dengan masa penjajahan.
Saat itu, warga pribumi atau asli Indonesia harus menderita selama beberapa tahun ketika negara ini dijajah oleh Belanda dan negara-negara lainnya. Viral di X, cuitan mengenai aksi istri Gus Miftah ini lalu mendapat ratusan balasan dari netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis