Suara.com - Posisi Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia telah menjadi sorotan publik sejak pelantikannya pada 20 Oktober lalu. Mayoritas warganet tak setuju jika Gibran Rakabuming menduduki jabatan tersebut.
Hal serupa rupanya pernah disampaikan oleh Ketua Majelis Syuro Partai Ummat sekaligus mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Amies Rais. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube resminya, Amien Rais bahkan secara blak-blakan menyebut kehadiran Gibran Rakabuming di pemerintahan tidak akan membawa berkah.
Video itu juga dibagikan ulang oleh salah satu warganet dengan akun X @Boediantar4 pada 2 Januari 2025.
"Selama Gibran masih nongkrong sebagai wapres, sampai kapan pun tidak pernah dapat berkah dari Allah SWT. Hanya akan menimbulkan petaka lebih lama lagi," ucap Amien Rais dalam video berjudul Syukuran Indonesia Tanpa Jokowi.
Lebih lanjut, Amien Rais meminta kepada Prabowo Subianto untuk mengganti Gibran Rakabuming dalam kurun waktu tiga bulan setelah berjalannya pemerintahan baru.
"Nah jadi kita minta, atas nama kita semua, tolong diperhatikan Pak Prabowo, jadi kalau bisa tiga bulan setelah ini segera diganti. Lupakan sama sekali," tambahnya.
Tak hanya itu, Amien Rais pun menyebut Jokowi dengan sebutan "bapak Fufufafa". Sebagaimana diketahui, isu kepemilikan akun Kaskus dengan user Fufufafa mengarah pada Gibran Rakabuming.
"Kemudian kedua, Pak Prabowo juga harus menekan kepada bapaknya Fufufafa, jangan lagi mencawe-cawe terhadap kebijakan saya. Kalau dilakukan, insya Allah yang diidealisasi, digambarkan oleh Pak Prabowo, pelan-pelan akan menjadi kenyataan," imbuhnya.
Video tersebut kemudian menuai beragam komentar dari pengguna X lainnya. Beberapa warganet setuju, namun meragukan kemampuan Prabowo Subianto untuk mengganti posisi Wapres.
Baca Juga: Ulasan Novelet Sayap-sayap Patah Karya Kahlil Gibran: Kaya akan Metafora!
"Emang Prabowo punya nyali melakukannya?" komentar @hm******
"Usulan dan masukan-masukan dari Tokoh bangsa seperti Amien Rais ini patut didengarkan dan dipertimbangkan @prabowo, karena tujuannya demi keselamatan dan kepentingan bangsa dan negara yang jauh lebih besar daripada ngikutin terus kemauan satu kepala keluarga. Paham ya?" tambah @abu_*****
"Bener. Plus menteri-menteri Mulyono hempaskan sekalian," timpal @jep**********
"Betul, fufufafa produksi haram MK, barang haram tidak akan mendapat berkah dari Allah. Malah akan mendatangkan bencana yang tidak berkesudahan," sahut @jih*********
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
-
Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit