Suara.com - Momen saat Gus Miftah dan Charly van Houten berpelukan sembari menangis viral di media sosial.
Netizen langsung memberikan 'ceramah' untuk mengingatkan Miftah Maulana alias Gus Miftah atas peristiwa penjual es teh yang menghebohkan beberapa waktu lalu.
Akun Instagram Charly van Houten (@charly_setiaku) dan Gus Miftah (@gusmiftah) kompak mengunggah video yang menampilkan acara pengajian.
"Jangan pernah meragukan Sang Pengatur Rencana. Ketika Allah mengizinkan kita jatuh, itu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menguatkan. Bangkitlah, karena rencana-Nya selalu yang terbaik," bunyi caption pada postingan.
Unggahan video itu turut dibagikan oleh beberapa akun IG, salah satunya @localprideindonesia. "Perdana Gus Miftah tampil setelah sebulan vakum," tulis @localprideindonesia.
Vokalis Setia Band, Charly van Houten nampak memeluk Gus Miftah saat menyambutnya di atas panggung. Gus Miftah terlihat menangis dan sesekali mengusap air matanya. Pada acara tersebut, Charly mengingatkan kita semua untuk memperhatikan adab.
"Bukan hanya Gus Miftah tetapi semoga semua ini bisa jadi bahan koreksi buat memperbaiki adab kita semua, termasuk para penjual es teh yang juga harus berjualan tetap dengan adab tidak lagi lalu lalang berjualan di tengah-tengah jemaah yang sedang hikmat duduk di acara pengajian," kata Charly.
Sebagai pengingat, Gus Miftah viral karena netizen menganggap pendakwah tersebut telah menghina penjual es teh bernama Sunhaji.
Usai viral, Gus Miftah meminta maaf dan langsung mengundurkan diri dari Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Baca Juga: Siap Beli Tiket Piala Dunia Buat Nonton Indonesia, Anak STY Kecewa Usai Ayahnya Dipecat
Postingan video saat Gus Miftah 'comeback' di acara pengajian bersama Charly menuai beragam komentar dari netizen.
"Laki kok nangis, giliran merendahkan orang ketawa-ketawa kau," nyinyir @q**_b*to.
"Nangis nyesel apa karena sebulan nggak ada pemasukan?" sindir @_r**i*ip_.
"Semoga nangis bukan karena kehilangan ketenaran tapi nangis karena mengingat dosa meremehkan kaum dhuafa. Jabatan itu amanah, pas arogan dia tidak ada yang mengingatkan jadi Allah langsung mencabutnya," ceramah @so**a*a74.
"Mas Charly niatnya baik membangkitkan dakwah melalui ilmu yang dimiliki Gus Miftah. Di sisi lain Gus Miftag harus koreksi kesalahan atas adab yang kurang baik apalagi ke sesama manusia," tulis @i**ss*umm.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation